Terapi Stem Sel :Harapan Baru yang (masih) Kontroversial

Setiap penyakit pasti ada obatnya. Kata-kata itulah mungkin yang selalu terngiang-ngiang di kepala para peneliti di dunia kedokteran sehingga mereka tidak pernah berputus asa mencari terapi terbaik demi kesembuhan pasien. Salah satu teknologi kedokteran yang saat ini sedang dikembangkan yaitu stem sel. Pengembangan stem sel memberi harapan bagi penyembuhan berbagai penyakit yang belum ada obatnya sampai saat ini. Walaupun masih berbenturan dengan permasalahan etika.

Apa itu Stem Sel

blastocyst

h5>Stem sel atau sel induk adalah sel yang dalam perkembangan embrio manusia menjadi sel awal yang tumbuh menjadi berbagai organ manusia. Sel ini belum terspesialisasi dan mampu berdeferensiasi menjadi berbagai sel matang dan mampu meregenerasi diri sendiri.1

Berdasarkan sumbernya, sel induk dibagi menjadi sel stem embrionik dan sel stem dewasa. Sel stem embrionik adalah sel yang diambil dari inner cell mass, suatu kumpulan sel yang terletak di satu sisi blastocyst yang berusia lima hari dan terdiri atas seratus sel. Sel ini dapat berkembang biak dalam media kultur optimal menjadi berbagai sel, seperti sel jantung, sel kulit, dan saraf.

Sumber lain adalah sel stem dewasa, yakni sel induk yang terdapat di semua organ tubuh, terutama di dalam sumsum tulang dan berfungsi untuk memperbaiki jaringan yang mengalami kerusakan. Tubuh kita mengalami perusakan oleh berbagai faktor dan semua kerusakan yang mengakibatkan kematian jaringan dan sel akan dibersihkan. Sel stem dewasa dapat diambil dari fetus, sumsum tulang, dan darah tali pusat.

Sel induk embrionik maupun sel induk dewasa sangat besar potensinya untuk mengobati berbagai penyakit degeneratif, seperti infark jantung, stroke, parkinson, diabetes, berbagai macam kanker; terutama kanker darah dan osteoarthritis. Sel stem embrionik sangat plastis dan mudah dikembangkan menjadi berbagai macam jaringan sel sehingga dapat dipakai untuk transplantasi jaringan yang rusak.

Keuntungan sel induk dari embrio di antaranya ia mudah didapat dari klinik fertilitas dan bersifat pluripoten sehingga dapat berdiferensiasi menjadi segala jenis sel dalam tubuh. Pada kultur sel ini dapat berpoliferasi beratus kali lipat sehingga berumur panjang, Namun, sel induk ini berisiko menimbulkan kanker jika terkontaminasi, berpotensi menimbulkan penolakan, dan secara etika sangat kontroversial.

Sementara sel induk dewasa dapat diambil dari sel pasien sendiri sehingga menghindari penolakan imun, sudah terspesialisasi sehingga induksi jadi lebih sederhana dan secara etika tidak ada masalah. Kerugiannya, sel induk dewasa ini jumlahnya sedikit, sangat jarang ditemukan pada jaringan matur, masa hidupnya tidak selama sel induk dari embrio, dan bersifat multipoten sehingga diferensiasinya tidak seluas sel induk dari embrio.

Sejarah Pemanfaatan Stem Sel

Terapi pengobatan yang menggunakan stem sel mulai digunakan sejak keberhasilan transplantasi sumsum tulang untuk yang pertama kalinya pada tahun 1968.1 Kemudian, stem sel embrionik pluripotent dan stem sel multipotent dewasa digunakan untuk membuat jaringan manusia yang akan ditransplantasi ke pasien dengan indikasi kelainan yang disebabkan oleh degenerasi atau perlukaan sel, jaringan, dan organ. Perkembangan terbaru teknik penumbuhan stem sel embrionik manusia pada kultur dan peningkatan pengetahuan para peneliti mengenai jalur diferensiasi sel telah memperluas penggunaan terapi ini.

Pada tahun 1963, peneliti di dunia kedokteran menemukan bahwa sel induk dari tali pusat dapat dipakai si bayi dan keluarganya untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Darah di dalam ari-ari dan tali pusat mengandung berjuta-juta sel induk pembentuk darah yang sejenis dengan sel induk yang ditemukan di dalam sumsum tulang.

Pencangkokan darah tali pusat (umbilical cord blood) pertama kali dilakukan pada seorang anak penderita anemia fanconi di Paris pada tahun 1988. Keberhasilan pencangkokan itu membuka pandangan baru dalam pemanfaatan darah tali pusat yang sebelumnya tidak berguna. Setelah diteliti lebih lanjut, banyak keuntungan yang ditawarkan dibandingkan dengan transplantasi sumsum tulang yang semula jadi primadona. Stem sel dewasa dari darah tali pusat memiliki kemampuan proliferasi yang lebih tinggi daripada dari sumsum tulang. Selain itu, pencangkokan dengan menggunakan sel induk dewasa dari darah tali pusat ini memiliki tingkat kecocokan lebih tinggi dibandingkan sumsum tulang.

Sel induk sumsum tulang dan darah tali pusat sejauh ini telah berhasil digunakan untuk mengobati berbagai penyakit kelainan darah. Hingga kini sedikitnya 3.000 pencangkokan darah tali pusat telah dilakukan. Lebih dari 72 penyakit yang terbukti dapat diobati dengan pencangkokan sel induk ini, di antaranya leukemia, keropos tulang (osteoporosis), dan kanker payudara. Kebanyakan dari penyakit yang disembuhkan adalah penyakit akut, seperti leukemia akut dan kronis, anemia fanconi, anemia aplastic, dan penyakit auto immune. Namun pada kanker payudara, stem sel terbukti tidak menolong.

Pada tahun 1993, di Jerman telah dilakukan sebuah penelitian yang melibatkan 885 pasien berumur kurang dari 56 tahun penderita kanker payudara yang tidak bermetastasis dan telah dioperasi. Pasien yang mendapat perlakuan konvensional diberikan fluorouracil, epirubricin,dan cyclophosphamide setiap tiga minggu, diikuti radioterapi dan perlakuan dengan tamoxifen, untuk empat siklus dari perlakuan. Pasien dari kelompok perlakuan dosis tinggi menerima perlakuan cara yang sama untuk 4 siklus pertama, tetapi perlakuan kelima terdiri dari dosis tinggi cyclophosphamide, thiotepa, dan carboplatin diikuti transplantasi stem sel hematopoietik darah tepi pasien sendiri. Hasilnya, 5 wanita meninggal pada kelompok dengan perlakuan dosis tinggi yaitu 1 selama perlakuan, dan 4 pada 100 hari setelah transplantasi stem sel.

Sebuah penelitian lain dilakukan pada tahun 1191 melibatkan 540 wanita yang menderita kanker payudara dan paling sedikit 10 diantaranya positif memiliki axillary nodes. Mereka diperlakukan baik dengan 6 siklus dari kemoterapi dengan cyclophosphamide, doxorubicin, dan fluorouracil maupun dengan kemoterapi diikuti 1 siklus kemoterapi dosis tinggi dengan cyclophosphamide dan thiotepa dan transplantasi hematopoietik stem sel autolog.

Hasilnya, 9 wanita meninggal pada kelompok yang mendapat perlakuan dosis tinggi. Peneliti menemukan bahwa penambahan transplantasi stem sel pada kemoterapi konvensional tidak memperbaiki penyakit, tetapi waktu untuk kambuhnya lebih panjang pada wanita yang menjalani transplantasi stem sel.

Masih Menjadi Kontroversi

Sejauh ini, penggunaan sel stem embrionik masih dibayangi masalah etika dan dilarang di beberapa negara, seperti di Amerika Serikat dan Perancis. Pemerintah Federal Amerika Serikat melarang pendanaan penelitian yang menggunakan sel induk berasal dari embrio, tetapi tidak melarang penelitian itu sendiri. Hal ini menyebabkan penelitian dilakukan pihak swasta tanpa pengawasan yang baik.

Namun, di beberapa negara, seperti Singapura, Korea, dan India, penggunaan sel stem embrionik manusia untuk kedokteran regeneratif diperbolehkan. Kanada membolehkan penggunaan embrio sisa bayi tabung untuk penelitian sel induk. Swedia mendukung kegiatan pengklonan embrio untuk tujuan pengobatan. Di Inggris, pihak swasta diperbolehkan membuat sel induk dari embrio.

Bahkan, Singapura menanamkan modal dalam upaya penelitian sel induk yang berasal dari embrio sebesar 300 juta dollar AS dengan mengembangkan Biopolis, suatu taman ilmu yang modern dengan tujuan khusus penelitian sel induk. Di Singapura juga telah didirikan suatu bank penyimpanan darah tali pusat.

Permasalahan etika itu dengan pesat muncul ke permukaan karena sumber sel induk adalah berupa embrio dari hasil abortus, zigot sisa dan hasil pengklonan. Hal ini menimbulkan berbagai pertanyaan, seperti apakah penelitian embrio manusia secara moral dapat dipertanggungjawabkan? Apakah penelitian yang menyebabkan kematian embrio itu melanggar hak asasi manusia dan berkurangnya penghormatan pada makhluk hidup? Dibalik itu semua, banyak harapan yang timbul dari penelitian sel induk dari embrio ini. Sel ini berpotensi berkembang jadi berbagai jenis sel yang menyusun aneka jenis organ tubuh. Sungguh luar biasa bukan?

Tak Kunjung Selesai

Dewasa ini sudah ada sejumlah peneliti melaporkan suatu cara memperoleh embrio yang etis, antara lain dengan cara membuat embrio partenogenetik dan melalui transfer inti yang diubah. Ini disebut pembuatan embrio yang etis. Pembentukannya dilakukan dengan penyuntikan suatu protein sperma pada sel telur yang memicu proses fertilisasi dan sel telur mulai membelah.

Pembelahan sel telur ini hanya dapat berkembang sampai stadium blastosis dan sel induk embrio kemudian dapat dipanen. Pada transfer inti yang diubah dilakukan transfer inti dengan DNA yang sudah diubah sehingga hasil fertilisasi tidak dapat berkembang jadi embrio atau fetus. Ia berhenti pada stadium blastosis. Menurut pendukung gagasan ini, gumpalan sel yang terbentuk tidak dapat disebut embrio karena tidak sempurna.

Pengklonan embrio manusia untuk memperoleh sel induk menimbulkan kontroversi lantaran berhubungan dengan pengklonan manusia atau pengklonan reproduksi yang ditentang semua agama. Dalam proses pemanenan sel induk dari embrio terjadi kerusakan pada embrio yang menyebabkannya mati. Pandangan bahwa embrio mempunyai status moral sama dengan manusia menyebabkan hal ini sulit diterima. Karena itu, pembuatan embrio untuk tujuan penelitian merupakan hal yang tidak dapat diterima banyak pihak.

Perdebatan tentang status moral embrio berkisar tentang apakah embrio harus diperlakukan sebagai manusia atau sesuatu yang berpotensi sebagai manusia, atau sebagai jaringan hidup. Pandangan yang moderat menganggap suatu embrio berhak mendapat penghormatan sesuai dengan tingkat perkembangannya. Semakin tua usia embrio, kian tinggi tingkat penghormatan yang diberikan. Pandangan liberal menganggap embrio pada stadium blastosis hanya sebagai gumpalan sel dan belum merupakan manusia sehingga dapat dipakai untuk penelitian. Namun, pandangan konservatif menganggap blastosis sebagai makhluk hidup. Salah satu cara untuk menghindari masalah etika penggunaan embrio manusia adalah dengan eksperimen pengklonan lintas spesies. Teknologi ini masih dikembangkan dan belum banyak dikaji dari segi ilmiah dan etika.

Keresahan di kalangan masyarakat dapat timbul akibat ketidaktahuan. Oleh karena itu, perlu ada sosialisasi dan pendudukan masyarakat tentang penelitian sel induk secara jujur. Sebab, ada kecenderungan untuk melaporkan keberhasilan dan menyembunyikan kegagalan. (Primz, dari berbagai sumber)

Sumber:

1. Bach FH, Albertini RJ, Joo P, Anderson JL, Bortin MM. Bonemarrow transplantation in a patient with the Wiskott-Aldrich syndrome. Lancet 1968;2:1364-6.
2.Till J, McMulloch E. A direct measurement of the radiation sensitivity of normal mouse bone marrow cells. Rad Res 1961;14:1419-30.

Artikel yang berhubungan:
* Bank Plasenta: Menabung Stem Sel untuk Masa Depan
* Kultur Stem Sel pada Lensa Kontak
* Bank Darah Tali Pusat Indonesia Telah Resmi Dibuka
* Implan Gigi Sel Punca Tumbuhkan Gigi Baru dalam Mulut

Simpan halaman ini dalam PDF?

Post artikel ini di tempat lainBookmark and Share

Seluruh artikel di myhealing.wordpress.com dapat Anda perbanyak dan digunakan untuk keperluan apapun, asal tetap mencantumkan sumber URL. Silakan berikan rating untuk artikel ini.

Copyright © 2007 – 2011 Stetoskop. All Rights Reserved.
About these ads

17 Responses to “Terapi Stem Sel :Harapan Baru yang (masih) Kontroversial”

  1. Ririn FS Says:

    Ass. Dek Primz,
    Maaf, aku nemuin websitemu waktu searching ttg stem cells. Aku kerja di depkes, kt lagi menggodok pedoman penyelenggaraan pelayanan medis stem sel di indonesia. dan lagi cari kata-kata yg bagus buat sambutan/kata pengantar di pedoman itu. wah,lumayan lengkap ya websitemu. sourcenya itu yg mungkin bisa menunjang pekerjaanku di penapisan teknologi.
    aku juga lulusan fkui th 1997. jd sekarang primz udh tahun ke berapa?
    ok deh,boleh ya aku kutip kata-kata pembukaannya.thx b4
    Wass.

  2. prima almazini Says:

    Waalaikumsalam..
    Salam kenal untuk mba Ririn. Saya angkatan 2004, sekarang masih tingkat 4.
    Silakan mba. Saya senang bisa membantu. Semoga proyek pembuatan pedomannya lancar dan sukses =)

  3. eko Says:

    Ngajak orang sakit ke terapi stem cell , kita dapat duit Rp.100.000,- sampai Rp.200.000,- per detik

    Terobosan baru di bidang Multi Level Marketing bukan makanan kesehatan tetapi jasa terapi stem cell yang pertama di Indonesia, kalau saja kita mengajak orang sakit ke Rumah Sakit lalu kita dapat uang dari Rumah sakit tsb, pasti kita kaya telah merekomendasikan orang sakit, tapi ini peluang kita mendapatkan penghasilan HANYA dengan merekomendasikan orang sakit ke terapi stem cell kami dengan penghasilan per detik karena system kami REAL TIME bonus, tidak usah mingguan atau bulanan seperti MLM lain. Dan ini tidak mengganggu MLM yang anda jalani karena ini MLM jasa terapi stem cell , Moto kami “ DUDUK – DIAM- DOA- DAPAT-DUIT.

    Ribuan orang di Taiwan, Philipina&Malaysia telah terbukti kesembuhannya , kini hadir di Indonesia.
    Teknologi Nano untuk Aktifkan Stem Cell

    TERAPI STEM CELL Efektif untuk :

    – DIABETES
    – kolesterol tinggi
    – masalah kulit
    – stroke
    – Asma
    – Ginjal
    – Kanker
    – Maag
    – Asam urat
    – Anemia
    – Liver
    – Jantung dan penyakit kronis lainnya

    BAGI ANDA YANG SUDAH PUTUS ASA UNTUK MENYEMBUHKAN PENYAKIT YANG ANDA DERITA.
    STEM CELL ADALAH SEL AWAL DENGAN KEMAMPUAN DAPAT MEREGENERASI DIRI.

    Lihat http://www.pengobatanherbal.com klik news stem cell
    Lihat http://www.youtube.com ketik photon energy wave

    Tempat terapi : PT.Citidirect
    Apartemen Mediterania Gajahmada BLOK E-8
    Jl. Gajah Mada 174 Jakarta Telpon : 9255.9075
    Depan halte Busway Olimo sebelum Beos

    Waktu terapi : Senin-Jumat jam 10 padi – 4 sore

    Untuk membuktikan hal tersebut, kami melakukan seminar -8-9 Mei 2008 jam 15.00 wib bertempat di kantor PT.citidirect yang berlokasi di aparetemen mediterania gajahmada blok E-8 depan hotel Mercure depan halte busway Olimo sebelum Beos jl. Gajahmada 174 jakarta, Silahkan sms ke 021-9372.9335 dan 9255.9075 .

  4. walmedrx.com Says:

    Drugstore Online…

    hey just stopped by, great stuff…

  5. Bank Plasenta : Menabung Stem Sel untuk Masa Depan « Stetoskop Says:

    […] Dulu maupun sekarang, pepatah menabung untuk bekal di hari tua sepertinya tidak akan pudar dimakan waktu. Namun, sekarang yang bisa disimpan di bank bukan hanya uang tapi juga stem sel. Seperti kita tahu, darah tali pusat bayi mengandung stem sel hematopoietik, sel progenitor yang dapat membentuk sel darah merah, sel darah putih dan platelet. Sejak keberhasilan pengobatan Anemia Fanconi tahun 1988, tali pusat telah dikenal sebagai sumber stem sel yang dapat digunakan untuk terapi stem sel. […]

  6. Khairuddin syach Says:

    nice site… glad to know your blog..
    regards
    Khay

  7. prima almazini Says:

    @ Khairuddin syach:
    Hehe….makasih mas Khay :)

  8. Mari Menabung di Bank Tali Pusat Indonesia « Stetoskop Says:

    […] dengan menyimpan darah tali pusat di bank, pemiliknya dapat menggunakannya sewaktu-waktu untuk mengobati berbagai macam penyakit untuk keluarganya. Darah tali pusat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit seperti kanker […]

  9. duden Says:

    hai semua… puwnten ikutan nimbrung… saat ini perusahaan saya merupakan satu-satunya distributor adault stem cell di indonesia… terbuat dari alga biru hijau yang terdapat di danau klamath oregon amerika… segala keluhan degeneratif anda akan teratasi… berminat hub 0859 2003 43 06

  10. Fazidah Mohd Saad Says:

    Salam semua. Sekarang ini buat pertama kali dalam sejarah dunia. Yang dipatenkan dan terbukti secara kajian saintifik sudah ditemui peransang sel stem. Sila layari http://www.healthstation.stemtechbiz.com
    Apakah Ekstrak AFA?
    Ekstrak AFA adalah perangsang semulajadi Sel Stem pertama didunia..satu-satunya makanan tambahan didunia yang terbukti untuk menyokong pembebasan sel stem dewasa dari tulang sum-sum anda. Ekstrak AFA terdiri daripada pati 5:1 bahan tumbuhan akuatik semulajadi dipatenkan yang dikenali sebagai Aphanizomenon Flos-aqA) yang mengandungi dua komponen utama, Migratose dan Mobilin.
    AFA tumbuh dalam persekitaran yang unik di kawasan Barat Daya Amerika Syarikat dan ia telah dimakan secara selamat selama 3 atau dekat. tel: 60123836647.

  11. sri Says:

    Mohon informasinya, jika berobat terapi stem sel…..brp total biaya yang harus dibayar ? tmksh

  12. Fazidah bte Mohd Saad Says:

    salam sri,
    harga untuk sebotol mengandungi 90bj adalah RM225. sekiranya menjadi ahli RM185.Sila layari blog Merangsang sel stemSihat tubuh banyak info berguna. hubungi saya fazi0123836647

  13. prawnik Says:

    Do you mind if I quote a few of your articles as long as I provide credit
    and sources back to your blog? My blog site is in the very same niche as yours and
    my users would definitely benefit from a lot
    of the information you present here. Please let me know if this
    alright with you. Regards!

    • Prima Almazini Says:

      I don’t mind if you want to quote my article in this blog as long as you write there that you get the information from my blog. Thank you!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: