Evaluasi Program Kesehatan Ibu dan Anak di Puskesmas

Puskesmas merupakan unit terdepan dalam mengembangkan kesehatan masyarakat, salah satunya dalam bidang kesehatan ibu dan anak.

Abstract

Evaluation of Mother and Child Health Program at Community Health Center in Pisangan Timur 1 Subdistrict, period January to December 2009

Prima Almazini,* Safira Fannissa,* Judilherry Justam**

*Profession Program, Faculty of Medicine University of Indonesia
**Department of Community Medicine, Faculty of Medicine University of Indonesia

In 2015, Indonesia hopes can reduce maternal mortality rate, infant mortality rate, and toddler mortality rate to achieve the target of Millenium Development Goals. Currently, mother and child health program at community health center become one of the health development priority in Indonesia. Therefore, it is important to evaluate the mother and child program in community health center continuously in order to enable community health center to provide a better health care. This was program evaluation using system approach as a problem solving method. Data were collected from annual report of mother and child program at community health center in Pisangan Timur 1 Subdistrict and by interview with program coordinator and head of community health center. Problems which have been identified were unmet target in early detection of women with high-risk pregnancy by community (only 2,6% of 5%), active participants of Family Planning Program (33,3% of 87%), and baby visited by health care provider (12,4% of 88%). The main problem was unmet target of early detection woman with high risk pregnancy by community. Therefore, program implemented to solve the problem will be giving counseling to husband or family of pregnancy women, caretaker, and community about detection of high risk pregnancy.

Key words: community health center, program evaluation, mother and child health

Kesehatan Ibu dan Anak telah dijalankan oleh pemerintah, namun berdasarkan data Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007, angka kematian ibu, bayi dan balita masih tinggi. Walaupun pencapaian telah begitu menggembirakan, tingkat kematian bayi di Indonesia masih tertinggi jika dibandingkan dengan negara-negara anggota ASEAN, yaitu 4,6 kali lebih tinggi dari Malaysia, 1,3 kali lebih tinggi dari Filipina, dan 1,8 kali lebih tinggi dari Thailand.

Angka kematian ibu di Indonesia bahkan lebih buruk dari negara Vietnam. Angka kematian ibu di negara tetangga itu tahun 2003 tercatat 95 per 100.000 kelahiran hidup. Negara anggota ASEAN lainnya, Malaysia tercatat 30 per 100.000 dan Singapura 9 per 100.000. Angka kematian balita (AKBA) telah berhasil diturunkan dari 79 kematian per seribu kelahiran (1988-1992) menjadi 46 pada periode 1998-2002 (SDKI 2002-2003), namun angka tersebut masih tinggi. Tingkat kematian balita Thailand dan Malaysia pada tahun 2004 masing-masing hanya 12 per 1000 kelahiran.

Puskesmas sebagai pelaksana pelayanan kesehatan primer memegang peranan penting dalam hal tersebut. Hal inilah yang mendorong penulis merasa perlu untuk melakukan evaluasi terhadap program-program kesehatan ibu di Puskesmas. Hasil evaluasi program ini diharapkan dapat menjadi masukan dalam perbaikan program tersebut.

Metode
Metode yang digunakan ialah metode pemecahan masalah melalui pendekatan sistem. Data diperoleh dari laporan kegiatan kesehatan ibu dan anak di Puskesmas Kelurahan Pisangan Timur 1 dan wawancara dengan tenaga pelaksana dan kepala puskesmas. Indikator dan tolak ukur yang dipakai pada evaluasi ini berasal dari Target Indikator KIA Dinas Kesehatan DKI Jakarta yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Hasil
Selama periode Januari-Desember 2009 tidak ada ibu melahirkan yang meninggal serta tidak ada kasus bayi dengan berat badan lahir rendah di wilayah Puskesmas Kelurahan Pisangan Timur I. Tidak terdapat neonatus maupun ibu hamil dengan komplikasi selama periode Januari-Desember 2009. Jumlah kunjungan ibu hamil K1 yang dicapai sebesar 100,9% dan kunjungan ibu hamil K4 sebesar 95,6%. Jumlah deteksi ibu hamil risiko tinggi oleh tenaga kesehatan sebesar 29,1% dan deteksi dini ibu hamil risiko tinggi oleh masyarakat sebesar 2,6%. Jumlah kunjungan neonatal yang terlaksana sebesar 97,8%. Banyaknya persalinan oleh tenaga kesehatan yang dicapai sebesar 93,2%. Pencapaian kunjungan bayi sebesar 12,4% dan pelayanan anak balita sebesar 113,8%. Cakupan peserta KB aktif sebesar 33,3% dan jumlah kunjungan ibu nifas yang dicapai sebesar 93,2%.

Diskusi
Identifikasi masalah dilakukan dengan mencari adanya kesenjangan antara pencapaian program pelayanan kesehatan ibu dan anak di Puskesmas Kelurahan Pisangan Timur I dengan tolak ukur yang telah ditetapkan. Masalah yang ditemukan pada pelaksanaan program pelayanan kesehatan ibu dan anak di Puskesmas Kelurahan Pisangan Timur I adalah deteksi kehamilan risiko tinggi oleh masyarakat (2,6% dari target 5%), peserta KB aktif (33,3% dari target 87%), dan kunjungan bayi (12,4% dari target 88%).

Prioritas masalah pada evaluasi ini ditetapkan melalui kriteria matriks. Variabel yang digunakan antara lain pentingnya masalah/Importancy (I), yang berdasarkan besarnya masalah/Prevalence (P), beratnya masalah/Severity (S), kenaikan besarnya masalah/Rate of Increase (RI), derajat keinginan masyarakat yang tidak terpenuhi/Degree of Unmet Need (DU), keuntungan yang diperoleh masyarakat atas terselesaikannya masalah/Social Benefit (SB), kepedulian masyarakat/Public Concern (PB),dan kondisi sosial politik dan dukungan pemerintah/Political Climate (PC). Selain itu, variabel lainnya yang digunakan adalah sumber daya manusia yang tersedia/Resources Availability (R),dan teknologi yang memungkinkan untuk membantu pelaksanaan program/Technical Feasibility (T). Setiap variabel diberi nilai berkisar antara 1 (tidak penting) sampai nilai 5 (sangat penting). Setelah diberi nilai, seluruh komponen dari variabel I dijumlahkan terlebih dahulu, lalu setelah didapatkan jumlah I dikalikan dengan T dan R (I x T x R). Prioritas masalah adalah masalah yang memiliki nilai I x T x R yang tertinggi. Berdasarkan hasil perhitungan, urutan prioritas masalah dalam program KIA di puskesmas Kelurahan Pisangan Timur 1 berturut-turut sesuai urutan prioritas adalah deteksi kehamilan risiko tinggi oleh masyarakat (skor 75), peserta KB aktif (skor 69), dan kunjungan bayi (skor 57).

Untuk membantu penetapan penyebab masalah di atas, diperlukan kerangka konsep masalah. Hal ini bertujuan untuk menentukan faktor-faktor penyebab masalah yang berasal dari unsur sistem lainnya. Kerangka konsep yang berhasil disusun untuk masalah tersebut tertera pada gambar dibawah.

Berdasarkan kerangka konsep di atas, ditemukan beberapa penyebab masalah, yaitu dari unsur input, proses, umpan balik dan lingkungan. Berdasarkan analisis data, penyebab masalah rendahnya angka pencapaian deteksi dini kehamilan berisiko tinggi oleh masyarakat di Puskesmas Kelurahan Pisangan Timur I dari sisi masukan, proses, umpan balik, dan lingkungan adalah dari segi tenaga kerja, jumlah tenaga pelaksana pelayanan KIA masih kurang. Dari segi metode dan pelaksanaan penyuluhan, belum ada penyuluhan secara rutin kepada ibu hamil suami, dan keluarga. Selain itu, belum ada jadwal penyuluhan rutin kepada masyarakat tentang deteksi dini kehamilan berisiko tinggi dan belum terdapat pelatihan kepada pelaksana penyuluhan mengenai materi deteksi dini kehamilan risiko tinggi. Dari segi lingkungan, pengetahuan masyarakat tentang pentingnya deteksi dini kehamilan berisiko tinggi masih rendah.

Prioritas penyebab masalah ditentukan menggunakan sistem matriks, sama seperti matriks yang digunakan dalam penentuan prioritas masalah. Berdasarkan perhitungan matriks, prioritas penyebab masalah adalah masalah metode dan pelaksanaan penyuluhan tentang deteksi dini kehamilan risiko tinggi oleh masyarakat di Puskesmas Kelurahan Pisangan timur I, sehingga alternatif pemecahan masalah akan lebih difokuskan terhadap faktor ini.

Pemecahan masalah yang dapat dilakukan adalah dengan membuat penyuluhan kepada ibu hamil, suami, dan keluarga, kader serta masyarakat tentang deteksi dini kehamilan risiko tinggi, membuat media informasi berkala berupa buletin mengenai deteksi dini kehamilan risiko tinggi dan dibagikan kepada suami dan keluarga ibu hamil dan masyarakat, dan kunjungan rumah ke keluarga ibu hamil.

Dari alternatif cara pemecahan masalah yang telah dibuat maka akan dipilih scara pemecahan masalah yang dianggap paling mampu laksana. Pemilihan prioritas cara pemecahan masalah ini dengan memakai teknik kriteria matriks. Dua kriteria yang lazim digunakan adalah efektifitas dan efisiensi. Di dalam efektifitas terdapat variabel M (Magnitude) yang artinya semakin banyak masalah yang dapat diselesaikan, makin terpilih jalan tersebut. Lalu ada variabel I (Importancy), yang artinya semakin lama jalur tersebut membuat masa bebas masalah semakin terpilih jalur tersebut. Dan yang terakhir V (Vulnerability) yang berarti semakin terpilih jalur tersebut bila penyelesaian masalah semakin cepat. Faktor lain yang turut diperhitungkan adalah efisiensi, dalam hal ini yang menyangkut biaya (Cost/C), yang berbanding terbalik dengan faktor efektifitas. Prioritas yang terpilih adalah yang memiliki nilai (MxIxV)/C terbesar. Sama seperti matriks sebelumnya diatas, setiap variabel diberi nilai 5 untuk efektifitas tertinggi dan 1 untuk efektifitas terendah. Sebaliknya, untuk variabel efisiensi diberi nilai 5 untuk yang paling tidak efisien/paling mahal, dan nilai 1 untuk yang paling efisien/paling murah.

Setelah ditelaah dari besaran masalah yang dapat diselesaikan, kepentingan pemilihan masalah, kecepatan penyelesaian masalah dan biaya yang diperlukan maka penyuluhan rutin berupa seminar sehari kepada suami/keluarga, kader dan masyarakat dapat menjadi pemecahan masalah yang mampu laksana.

Kesimpulan
Program kesehatan ibu dan anak (KIA) periode Januari-Desember 2009 telah dilaksanakan di puskesmas Kelurahan Pisangan Timur 1 dan ditemukan beberapa masalah pada kegiatan KIA yang dilakukan oleh puskesmas di wilayah tersebut. Masalah yang ditemukan adalah deteksi kehamilan risiko tinggi oleh masyarakat sebesar 2,6% dari target yang seharusnya 5%, cakupan peserta KB aktif sebesar 33,3% dari target seharusnya 87%, dan cakupan kunjungan bayi sebesar 12,4% dari target seharusnya 88%. Masalah yang terpilih untuk dilakukan intervensi adalah deteksi kehamilan risiko tinggi oleh masyarakat. Penyebab masalah yang didapatkan antara lain kurangnya jumlah tenaga kesehatan di puskesmas tersebut, belum ada jadwal rutin penyuluhan kepada suami/keluarga, kader dan masyarakat, dan rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya deteksi kehamilan risiko tinggi. Penyebab masalah yang terpilih adalah belum ada jadwal rutin penyuluhan kepada suami/keluarga, kader, dan masyarakat. Alternatif penyelesaian masalah yang diusulkan adalah penyuluhan kepada ibu hamil, suami, dan keluarga, kader serta masyarakat tentang deteksi dini kehamilan risiko tinggi, membuat media informasi berkala berupa buletin deteksi dini kehamilan risiko tinggi dan dibagikan kepada suami dan keluarga ibu hamil dan masyarakat, dan kunjungan rumah ke keluarga ibu hamil. Prioritas penyelesaian masalah yang didapatkan adalah penyuluhan rutin berupa seminar sehari kepada suami/keluarga, kader dan masyarakat.[primz, safira]

Sumber:
1. Wicaksono. Upaya pencapaian MDGS melalui program direktorat kelangsungan hidup ibu bayi dan anak [disitasi 16 Juni 2010]. Diunduh dari: http://www.hspprs.org/…/Dr_Wicaksono_BKKBN_Upaya_pcapaian_MDGs_IBI_edit.ppt
2. Susanto C.E. Angka kematian bayi masih tinggi [disitasi 14 Juni 2010]. 2010. Diunduh dari: http://bataviase.co.id/node/110111
3. Pardjoko. Perempuan dan anak Indonesia tahun 2005 [disitasi 16 Juni 2010]. 2009. Diunduh dari: http://papahende.multiply.com/journal/item/59/Perempu-
an_dan_Anak_Indonesia_Tahun_2005
4. Effendi T.D. Tujuh tahun program MDGs di Asia Tenggara (rangkuman laporan UNDESCAP, UNDP dan ADP Maret 2007) [disitasi 16 Juni 2010]. Diunduh dari: http://tonnywong.blogspot.com/2007/08/tujuh-tahun-mdgs-di-asia-tenggara.html
5. Rahardjo S.P. Revitalisasi KB dan pembangunan millennium (disitasi 12 Juni 2010). Diunduh dari: http://www.targetmdgs.org/index.php?option=com_
content&task=view&id=69&Itemid=6
6. Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Angka kematian ibu di Indonesia tertinggi di Asia. [disitasi 12 Juni 2010]. Diunduh dari:http://www.menegpp.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=145:angka-kematian-ibu-di-indonesia-tertinggi-di-asia&Itemid=87
7. Bapenas. Laporan perkembangan pencapaian tujuan pembangunan milenium Indonesia [disitasi 12 Juni 2010]. Diunduh dari: http://www.docstoc.com
8. Roeshadi R.H. Upaya menurunkan angka kesakitan dan angka kematian ibu pada penderita preeklampsia dan eklampsia [disitasi 14 Juni 2010]. 2006.
9. Tim Info Seputar Puskesmas. 4 Target dan cakupan program KIA [disitasi 12 Juni 2010]. Diunduh dari: http://www.puskel.com/4-target-dan-cakupan-program-kia/
10. Samuel A.A. Definisi sistem [disitasi 16 Juni 2010]. Diunduh dari: http://thunderboltandrew.blogspot.com/2010/02/definisi-sistem.html
11. Silvi W. Konsep sistem dan sistem informasi pada organisasi dan manajemen perusahaan [disitasi 16 Juni 2010]. Diunduh dari: wsilfi.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/…/Konsep+Sistem.pdf
12. The National Institute of Open Schooling. Introduction to system analysis and design [citation June 12, 2010]. Available from: http://www.nos.org/htm/sad1.htm
13. Azwar A. Pengantar administrasi kesehatan. Edisi ke-3. Jakarta: Binarupa Aksara; 1996. h.17-34, 329-47.
14. Weiss C. Introduction to program evaluation [citation June 12, 2010]. Available from: http://www.cdc.gov/tb/programs/Evaluation/Default.htm
15. Douglah M. Developing a concept of extension program evaluation [citation June 12, 2010]. University of Wisconsin, Cooperative Extension. 1998.Available from: http://learningstore.uwex.edu/Designing-Evaluations-C238.aspx

Artikel yang berhubungan;
* Upaya Pembangunan Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia
* Four Basic of Community Medicine

Simpan halaman ini dalam PDF?

Post artikel ini di tempat lain? Bookmark and Share

Seluruh artikel di myhealing.wordpress.com dapat Anda perbanyak dan digunakan untuk keperluan apapun, asal tetap mencantumkan sumber URL. Silakan berikan rating untuk artikel ini.

Copyright © 2007 – 2010 Stetoskop. All Rights Reserved.
About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: