Proses melahirkan adalah proses yang menyakitkan. Karena itulah muncul ungkapan bahwa penderitaan seorang ibu saat mengandung dan melahirkan tidak dapat dibandingkan dengan apapun. Tapi kini sudah ada proses persalinan yang tidak menyakitkan. Namanya waterbirth.
Keterikatan manusia dengan air sangatlah erat. Tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air. Pada fetus berumur 3 hari, 97% tubuhnya terdiri air dan pada fetus umur 8 bulan terdiri dari 81% air. Tubuh manusia dewasa pun masih mengandung air cukup banyak, yaitu sekitar 50-70%.
Sebagian besar orang pun merasakan kenyamanan yang besar saat berinteraksi dengan air. Hal itu mungkin terjadi karena kita memulai kehidupan kita di lingkungan air dalam rahim, kedekatan kita dengan air ini bertahan terus sepanjang hidup kita. Mungkin hal inilah yang membuat waterbirth dipikirkan sebagai salah satu metode persalinan mutakhir saat ini.
Meskipun selama ratusan tahun perempuan telah menggunakan air untuk memudahkan proses persalinan dan memfasilitasi kelahiran, waterbirth baru mulai dikenal pada tahun 1980an. Pada tahun 1993 banyak ibu di Inggris dan Wales yang telah mengelola proses melahirkan di dalam air dan bahkan separuhnya telah membuat kolam renang khusus untuk melahirkan.
Sederhana dan aman
Sebenarnya proses melahirkan dalam air itu sangat sederhana. Ibu berendam di dalam air hangat yang suhunya merupakan suhu tubuh saat persalinannya. Bayi sudah tumbuh di dalam lingkungan air selama 9 bulan sehingga si bayi dapat menyesuaikan dengan baik di lingkungan kolam.






















