Stetoskop

Menyimak Keajaiban Tubuh Manusia

Archive for the ‘Pediatrik’ Category

Satu dari Sedikit

Posted by prima almazini on 29 October 2009

Di tengah maraknya kekerasan pada anak, banyak dokter yang menaruh empati. Tetapi hanya sedikit saja yang berperan aktif dalam upaya pencegahan secara nasional. Satu diantaranya terdengar nama Dr. Indra Sugiarno, Sp.A dalam memperjuangkan hak-hak anak.

Dr. Indra”Stop Kekerasan pada Anak”. Demikianlah kalimat yang tertera di spanduk jalanan. Spanduk yang dapat ditemui di beberapa jalan kota-kota besar. Dan bila kita memperhatikan maka juga terpampang nama organisasi yang memiliki gagasan tersebut. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Memang tak heran IDAI ikut memperhatikan masalah anak. Termasuk kekerasan pada anak. Akan tetapi dibalik organisasi tersebut tentu terdapat tokoh yang berperan. Ketua Satuan Tugas (satgas) Perlindungan dan Kesejahteraan Anaklah yang disebut-sebut. Tak lain adalah Dr. Indra Sugiarno, Sp.A.

Indra, begitu ia biasa disapa, selain menjadi aktivis yang memperjuangkan hak-hak anak, ia juga aktif sebagai pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Ia juga yang ikut mempelopori modul pengenalan kekerasan pada anak untuk diajarkan bagi calon dokter umum.

Perenungan dokter kelahiran Indramayu, 6 Maret 1960, ini tentang kekerasan pada anak adalah berawal dari kebiasaan berkunjung ke Departemen Forensik. Hal ini dilakukannya ketika masih menjalani pendidikan dokter spesialisasi anak. Dari perbincangannya dengan dokter-dokter forensik, ia mendapatkan pencerahan. Ia menjadi tertarik untuk menekuni masalah kekerasan pada anak. Kemudian Indra melanjutkan perenungannya menjadi suatu langkah nyata. Setelah menjadi dokter spesialis anak, ia bergabung dengan Departemen Forensik.

Read the rest of this entry »

Posted in Pediatrik | Leave a Comment »

Waspada Retinoblastoma pada Anak

Posted by prima almazini on 3 November 2008

retinoblastoma
Retinoblastoma adalah salah satu penyakit kanker primer pada mata yang paling sering dijumpai pada bayi dan anak. Penyakit ini tidak hanya dapat mengakibatkan kebutaan, melainkan juga kematian. Di Negara berkembang, upaya pencegahan dan deteksi dini belum banyak dilakukan oleh para orang tua. Salah satu sebabnya adalah pengetahuan yang masih minim mengenai penyakit kanker pada anak. Hal itulah yang mendorong Yayasan Onkologi Anak Indonesia dan Departemen Mata FKUI-RSCM untuk mengadakan seminar dengan tema “Kelainan Mata dan Kanker pada Anak” di Jakarta.

Dr. Julie Dewi Barliana, salah satu pembicara, menyampaikan tentang pentingnya deteksi dini kelainan mata pada anak. Beliau menyebutkan bahwa 5-10% anak usia prasekolah dan 10% anak usia sekolah memiliki masalah penglihatan. Namun seringkali anak-anak sulit menceritakan masalah penglihatan yang mereka alami. Karena itu, skrining mata pada anak sangat diperlukan untuk mendeteksi masalah penglihatan sedini mungkin. Skrining dan pemeriksaan mata anak sebaiknya dilakukan pada saat baru lahir, usia 6 bulan, usia 3-4 tahun, dan dilanjutkan pemeriksaan rutin pada usia 5 tahun ke atas. Setidaknya anak diperiksakan ke dokter mata setiap 2 tahun dan harus lebih sering apabila telah ditemukan masalah spesifik atau terdapat faktor risiko.

Read the rest of this entry »

Posted in Pediatrik | 1 Comment »

Kekerasan pada Anak Karena Kurang Edukasi

Posted by prima almazini on 3 June 2008

Orang tua memukul anak adalah kejadian yang sering kita temui sehari-hari. Suatu hal yang dikatakan lumrah bila bertujuan untuk mendidik anak. Bagi orang tua cara mendidik anak adalah hak prerogratif mereka. Terserah mereka bagaimana caranya.

Saat ini sebagian besar orang meyakini bahwa manusia memiliki tiga entitas yang saling mempengaruhi. Yakni akal pikiran, hati nurani, dan raga. Tiga entitas tersebut memiliki fungsi masing-masing. Akal pikiran untuk berpikir, hati nurani untuk merasa dan raga untuk bertindak. Dari hati nurani dan akal pikiranlah yang membuat raga dapat bertindak. Termasuk tindakan untuk mendidik anak.

Tiap orang tua untuk mendidik anak memiliki cara masing-masing. Bagi kebanyakan orang tua memilih sistem reward and punishment. Bila anak berbuat nakal maka orang tua akan menghukumnya. Akan tetapi hukuman yang sering kali dipilih adalah berupa hukuman fisik. Orang tuapun puas bila anak berhasil dijinakkan.

Read the rest of this entry »

Posted in Pediatrik | 6 Comments »