Stetoskop

Menyimak Keajaiban Tubuh Manusia

Archive for the ‘Pendidikan Dokter’ Category

Is Only the Rich that Can be a Doctor?

Posted by prima almazini on 24 January 2009

money

Before its establishment in 1950, the Faculty of Medicine Universitas Indonesia (FMUI) was known as STOVIA. In STOVIA, there were only two social classes allowed to study medicine. They were either Indonesian people with high economic and social status or the Dutch people. Therefore, the amount of doctors in Indonesia is countable.

However, since Orde Baru, the quality of life of most Indonesian has improved due to the economical and political stability maintained by the government. Parallel with the improvement, the demand for adequate medical services was also increased. Therefore, the government published a policy that endorsed increased production of medical doctors. Parents who wish to see their child serve as a doctor could submit the application to available state-owned faculty of medicine without any fear of facing discrimination related with economical/social status. The government’s sole prerequisite was that the child managed to pass the entrance test, named UMPTN. This policy effectively boosted the number of doctors in Indonesia.

Read the rest of this entry »

Posted in Pendidikan Dokter | 1 Comment »

Jiwa Seni pada Diri Seorang Dokter

Posted by prima almazini on 31 July 2008


Seni yaitu semua yang mencakup akal budi manusia yang dungkapkan secara kreatif dan ekspresif. Seni tidak hanya mencakup masalah rasa tapi juga termasuk nilai-nilai intelektual seperti pada ilmu filsafat. Dalam ilmu filsafat, seni dinyatakan dalam estetika. Sebagai contoh, hal yang sering ditemui sehari-hari yaitu seni berpakaian. Kepribadian dan nilai budaya yang dianut seseorang dapat dinilai dari cara orang tersebut berpakaian.

Seni selalu berkaitan dengan benda seni. Benda seni mempunyai aspek otonom atau yang lebih dikenal dengan istilah eksistensi seni. Artinya benda seni dapat menerangkan dan berinteraksi dengan lingkungannya sendiri. Benda seni dapat menunjukkan gagasan yang dibuat oleh pembuatnya. Ketika suatu benda telah menjadi benda seni maka benda itu eksis sebagai sesuatu yang berdiri sendiri dan mengekspresikan suatu gagasan tertentu kepada orang yang melihatnya. Nilai yang selalu ada dalam benda seni adalah nilai keindahan. Nilai ini yang dinikmati oleh para pecinta seni.

Read the rest of this entry »

Posted in Pendidikan Dokter | 3 Comments »

Fakultas Kedokteran Baru : Kuantitas VS Kualitas

Posted by prima almazini on 9 May 2008

Bila dibandingkan dengan jumlah penduduknya, jumlah dokter di Indonesia sangat sedikit. Guna menambah jumlah dokter, dalam beberapa tahun terakhir ini banyak bermunculan fakultas kedokteran baru di Indonesia. Kontroversi mengenai hal tersebut mencuat ke permukaan. Apakah kualitasnya dapat tetap terjamin?

peta_indonesia

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terbagi ke dalam 30 propinsi. Sejak diberlakukannya sistem otonomi daerah, setiap propinsi dan kabupaten memiliki kewenangan untuk mengatur daerahnya sendiri termasuk di dalamnya kebijakan dalam bidang kesehatan.

Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh berbagai propinsi dan kabupaten di Indonesia adalah adalah jumlah dokter yang tersedia di daerahnya sangat sedikit. Menurut data IDI pada bulan Maret 2007, saat ini terdapat 70 ribu dokter, terdiri dari 50 ribu dokter umum, dan 20 ribu dokter spesialis. Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Fachmi Idris, menyatakan bahwa rasio dokter dan pasien di Indonesia memang masih jauh dari angka ideal, satu dokter untuk 2.500 penduduk. Dari kebutuhan dokter umum 80 ribu orang, saat ini baru terpenuhi 50 ribu orang dokter umum. “Kita masih membutuhkan tambahan 30 ribu dokter umum,” kata Fachmi.

Senada dengan Fachmi Idris, Ketua IDI Jakarta Pusat sekaligus Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Radiologi, dr.Prijo Sidipratomo, Sp.Rad mengatakan bahwa permasalahan yang ada di Indonesia bukan hanya dari segi jumlah dokter tetapi juga distribusinya yang belum merata. Sebagian besar dokter lebih memilih berdomisili di kota besar seperti Jakarta. Menurut Prijo, hal itu menimbulkan dampak yang signifikan di daerah yaitu pelayanan kesehatan di daerah akan tidak optimal dikarenakan jumlah tenaga kesehatan yang tersedia tidak memenuhi kebutuhan. Untuk mengatasi kurangnya jumlah tenaga dokter, dalam beberapa tahun terakhir marak berdiri fakultas–fakultas kedokteran baru di berbagai daerah di Indonesia.

Read the rest of this entry »

Posted in Pendidikan Dokter | 5 Comments »

Menuju Paradigma Baru Kurikulum Pendidikan Dokter (2)

Posted by prima almazini on 6 April 2008

Pentingnya Sarana dan Prasarana Pendidikan yang Memadai
Perpustakaan FKUI
Pendidikan berkualitas memerlukan tersedianya sarana dan prasarana yang memadai. Pertama dimulai dari ruang kuliah sebagai tempat belajar. Ruang kuliah yang ideal memiliki sound managing dan tata ruang yang baik serta dilengkapi dengan pengatur udara dan sarana visual yang memadai. Tata ruang yang baik sangat menunjang pada optimalnya proses belajar mengajar. Sound managing yang baik meliputi tersedianya sound system yang clear dan efek pemantulan yang baik. Adanya pendingin ruangan memberi kenyamanan baik bagi mahasiswa maupun staf pengajar. Sarana visual yang modern dan up to date mempermudah proses transfer ilmu kepada mahasiswa. Di masa sekarang ini FKUI harus terus meningkatkan sarana pendidikannya khususnya ruang kuliah bukan lagi berorientasi pada standar lokal tetapi standar global.

Kedua, laboratorium praktikum harus dilengkapi dengan peralatan-peralatan yang memadai dan sesuai perkembangan teknologi. Laboratorium pendidikan kedokteran harus mengacu pada perkembangan teknologi kedokteran yang berkembang pesat seiring dengan masuknya berbagai teknologi kedokteran maju disertai dengan peralatan-peralatan canggih ke Indonesia. Saat ini bidang keilmuan kedokteran tidak lepas dari perkembangan IPTEK. Perkembangan IPTEK ini harusnya bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan mutu pendidikan kedokteran di FKUI pada khususnya.

Ketiga, media pengajaran harus sudah memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada. Staf pengajar harus sudah memanfaatkan teknologi komputer dan multimedia. Misalnya, berbagai proses dalam tubuh akan lebih jelas bila diterangkan melalui animasi serta video-video yang sekarang banyak beredar dalam bentuk CD ROM atau lainnya. Selain itu teknologi multimedia dan digital memungkinkan kita menyimpan lebih banyak data dan informasi mengenai perkembangan ilmu pengetahuan terbaru.

Informatika Kedokteran
Teleconfrence Lecture
Read the rest of this entry »

Posted in Pendidikan Dokter | 3 Comments »

Menuju Paradigma Baru Kurikulum Pendidikan Dokter (1)

Posted by prima almazini on 6 April 2008

Pendahuluan : Perubahan Paradigma Pendidikan
“Sebuah universitas tak perlu dan tak ingin dikelola, ia akan berjalan sendiri mengikuti irama ‘internal channels’ misterius.”—Lord Dahrendorf (Kepala The London School of Economics).

Pendapat tersebut telah banyak mewarnai jalan berpikirnya para pengelola kampus. Mereka umumnya sangat percaya dengan adanya kekuatan “the invisible hands” yang akan menata dirinya sendiri. Bahkan Dr.Peter Lorange, Guru Besar Wharton School, mengatakan bahwa universitas-universitas besar saat ini terlalu terbelenggu oleh kepercayaan bahwa kampus tak perlu dikelola. Bagi Peter Lorange, pengaruh pendapat yang demikian diklasifikasikan sebagai traditional view. Sekarang, kampus-kampus modern sudah menganut azas lain yang disebut sebagai Proactive and Enterpreneurial Campus. Kampus harus dikelola secara profesional untuk menjawab kebutuhan masa depan. Kampus memerlukan investasi-investasi baru yang dana-dananya harus dicari dari berbagai sumber. Kampus juga tidak boleh mengandalkan dana dari negaranya saja, apalagi ketika kemampuan keuangan negara sudah tidak memadai lagi. Ini berarti keadaan pendidikan tinggi tidak boleh lebih buruk dari keadaan yang dialami negaranya. padahal masalah dana merupakan hambatan besar dalam pengembangan pendidikan.maka perubahan mutlak diperlukan.

Read the rest of this entry »

Posted in Pendidikan Dokter | 2 Comments »