Efek Valsartan terhadap Hipertensi dan Mikroalbuminuria pada Pasien DM

Nefropati diabetik adalah sindrom klinis yang ditandai dengan albuminuria, hipertensi, dan penurunan fungsi ginjal yang progresif. Pada kondisi terminal, gagal ginjal sering menjadi penyebab kematian pasien diabetes mellitus (DM) di Asia. Di Jepang dan Hongkong, 10-30% pasien DM mengalami kematian karena gagal ginjal  sedangkan di Eropa hanya 5-10%. Oleh karena itu, deteksi dini dan pengobatan albuminuria pada pasien diabetes  sangat penting dilakukan.

Tingkat ekskresi albumin urine normal (UAER) adalah 0-30 mg per hari. Apabila nilai UAER melebihi 300 mg per hari disebut makroalbuminuria. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa nilai UAER lebih dari 30 mg per hari adalah abnormal dan dapat digunakan untuk memprediksi munculnya makroalbuminuria atau nefropati diabetik baik pada penyakit mikrovaskular maupun makrovaskular. Untuk menamai nilai UAER di antara 30 sampai 299 mg per hari digunakan istilah mikroalbuminuria.

Saat ini dikenal berbagai golongan obat untuk terapi hipertensi di antaranya adalah Angiotensin Receptor Blocker (ARB), Calcium Channel Blocker (CCB), dan ACE Inhibitor (ACEI). Sebuah penelitian yang dilakukan oleh JKEI Heart Study memperlihatkan bahwa terapi kombinasi ARB termasuk di antaranya valsartan dengan CCB dan atau ACE inhibitor memperlihatkan efek pencegahan risiko penyakit kardiovaskular pada populasi Asia.  

Penelitian lain yang dilakukan oleh Shiga Mikroalbuminuria Reduction Trial (SMART) group mengukur efek ARB pada mikroalbuminuria dibandingkan dengan CCB pada pasien hipertensi dengan DM tipe 2. Penelitian ini menunjukkan pula efek tambahan dari ARB atau CCB terhadap pengobatan ACEI pada pasien hipertensi.Hasilnya didapatkan bahwa baik ARB maupun CCB terbukti menurunkan tekanan darah secara signifikan hingga mencapai target tekanan darah yang ditentukan. Apabila dikaitkan dengan efeknya terhadap albuminuria, hanya ARB yang mampu menurunkan albumin urine baik pada monoterapi maupun pada kombinasi dengan ACEI. 
valsartanSecara umum, penelitian ini membuktikan bahwa pengobatan antihipertensi intensif dengan menggunakan ARB efektif dalam menurunkan kadar albumin urin baik pada monoterapi maupun dalam kombinasi dengan ACEI. ARB, dalam hal ini valsartan,  dapat menjadi obat pilihan utama untuk pasien hipertensi dengan DM tipe 2 yang disertai mikroalbuminuria baik pada monoterapi maupun dalam kombinasi dengan ACEI. [primz]

Artikel yang Berhubungan:
* Dafagliflozin, Obat Baru Diabetes Mellitus Tipe 2
* Patogenesis Neuropati pada Diabetes Mellitus
* Diagnosis dan Penatalaksanaan Gastroparesis Diabetik

Simpan halaman ini dalam PDF?

Post artikel ini di tempat lain?Bookmark and Share

Seluruh artikel di myhealing.wordpress.com dapat Anda perbanyak dan digunakan untuk keperluan apapun, asal tetap mencantumkan sumber URL. Silakan berikan rating untuk artikel ini.

Copyright © 2007 – 2009 Stetoskop. All Rights Reserved.

2 Responses to “Efek Valsartan terhadap Hipertensi dan Mikroalbuminuria pada Pasien DM”

  1. Semua Obat Antiinflamasi Nonsteroidal Memiliki Risiko Kardiovaskular | Stetoskop Says:

    […] Kelas Baru Obat Diabetes Mellitus Tipe 2 * Haloperidol, Antipsikotik untuk Berbagai Usia * Efek Valsartan pada Hipertensi dan Mikroalbuminuria pada Pasien DM Simpan halaman ini dalam […]

  2. boypromma Says:

    Hello,
    Just wanted to introduce myself.. Im Sean… glad to be here! Does anyone have any recommendations / advice on using this site?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: