ARV, Bangunkan ‘Raksasa’ yang Tertidur

Di Amerika Serikat pada tahun 2007, terdapat 2 pasien HIV-positif didiagnosis kusta setelah pengobatan ARV. Penelitian terbaru mengungkap interaksi antara pengobatan ARV dan Mycobacterium leprae.

Penderita KustaSebelumnya, ketika HIV-AIDS pertama kali dikenal oleh dunia, kusta telah diperkirakan akan menjadi infeksi oportunistik pada penderita HIV-AIDS. Saat ini fenomena timbulnya kusta pada ODHA telah menjadi kenyataan bahkan pusat perhatian. Akan tetapi penyebab timbulnya bukan karena infeksi oportunistik, melainkan karena pengobatan ARV.


HIV-AIDS sebelumnya telah tersohor sebagai penyakit yang menimbulkan masalah yang kompleks bagi penderitanya. Infeksi virus menyebabkan sistem kekebalan tubuh pasien menurun drastis sehingga mempermudah terjadinya infeksi oportunistik pada berbagai sistem organ tubuh pasien. Tak terbayangkan apabila penderitaan ODHA ini ditambah lagi dengan masalah yang disebabkan oleh kusta. Penyakit kusta sendiri merupakan penyakit yang ditakuti oleh masyarakat dan masih dianggap sebagai penyakit kutukan karena gejala klinisnya yang dianggap mengerikan. Masalah yang timbul bukan saja dari segi medis melainkan juga meluas menjadi masalah sosial.



Terapi ARV akan membantu memulihkan sistem kekebalan tubuh. Menurut, Gilla Kaplan, profesor di University of Medicine and Dentistry of New Jersey, ARV mengungkapkan kusta yang tersembunyi dan menjadikannya bergejala. Sindrom ini disebut Immune Reconstitusion Inflammatory Syndrome (IRIS). Sindrom ini timbul sebagai akibat respon imun yang diperantarai sel merangsang dengan cepat peningkatan respon imun terhadap antigen asing sehingga infeksi yang sebelumnya subklinik bermanifestasi. Sel darah putih baru membawa bakteri dari infeksi kusta yang tadinya beristirahat ke kulit di muka, tangan, dan kaki.


Fenomena ini dikhawatirkan akan menimbulkan pandemi kusta. Hal ini disebabkan adanya peningkatan akses ARV di negara-negara berkembang. Di Brazil, India, negara Afrika, dan Karibia, beberapa orang HIV-positif yang memakai ARV telah terungkap mengembangkan ulkus pada muka serta kehilangan rasa pada jari tangan dan kaki. India adalah yang paling dikhawatirkan. Dilaporkan, di India terdapat 5,2 juta kasus HIV dan pada saat yang bersamaan memiliki 70% kasus kusta di dunia. Namun menurut para ahli, timbulnya pandemi ini diperkirakan tidak akan terjadi. Hal ini karena penyakit kusta telah dapat diobati.


Saat ini obat penyakit kusta telah dapat diperoleh secara gratis. Pengobatan kusta berupa kombinasi atau Multi Drug Teratment (MDT) untuk mencegah timbulnya kekebalan kuman terhadap obat. Obat antikusta yang paling banyak dipakai adalah DDS (diamino difenil sulfon), klofasimin dan rifampisin. Pengobatan kusta dilakukan dalam jangka waktu yang lama. Kusta PB diberikan pengobatan MDT 6 blister yang diminum selama 6-9 bulan, sedangkan kusta MB diberikan pengobatan 12 blister diminum selama 12-18 bulan. Apabila minum obatnya teratur dan lengkap kemungkinan pasien kusta dapat sembuh sangat besar.


Dampak yang nyata sindrom imun rekonstitusi akan dirasakan oleh para ODHA sebagai individu. Seperti dijelaskan di atas, pengobatan penyakit kusta membutuhkan penggunaan beberapa pil untuk dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. Hal itu akan menjadi beban tambahan untuk ODHA yang sebelumnya memang harus mengkonsumsi lebih dari 2 pil per hari.


Pada saat ini, hanya sedikit yang diketahui mengenai infeksi bersama HIV dan kusta. Oleh karena itu, dokter akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dapat menegakkan diagnosis kusta pada ODHA.
Perlu ada penelitian lebih lanjut mengenai deteksi kusta pada ODHA. Jika sindrom ini dapat dideteksi bahkan pada kusta tahap ringan, peningkatan kasus yang sama pada wilayah dimana HIV dan kusta terjadi bersamaan dapat diantisipasi. Primz

Artikel yang berhubungan:
* Rapid Test Semakin Cepat Mendeteksi Antibodi HIV
* Enam Rapid Test HIV yang Telah Disetujui FDA
* ARV, Dambaan Semua ODHA

Simpan halaman ini dalam PDF?

Post artikel ini di tempat lain?Bookmark and Share

Seluruh artikel di myhealing.wordpress.com dapat Anda perbanyak dan digunakan untuk keperluan apapun, asal tetap mencantumkan sumber URL. Silakan berikan rating untuk artikel ini.

Copyright © 2007 – 2010 Stetoskop. All Rights Reserved.
Posted in HIV-AIDS. Tags: , , , , , . 1 Comment »

One Response to “ARV, Bangunkan ‘Raksasa’ yang Tertidur”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: