Resensi Buku : “Bila Nurani Dokter Bicara”

new-image1

Judul Buku : Bila Nurani Dokter Bicara

Penyunting : Supartondo, Nina Kemala Sari

Penerbit : Pusat Penerbitan Departemen IPD FKUI-RSCM

Edisi : Juli 2006

Tebal : 38 halaman


Sehelai Benang Kemanusiaan

Ketika seorang dokter menangani seorang pasien, hubungan yang terjadi bukanlah sekedar hubungan transaksi jual beli jasa. Hubungan dokter pasien adalah hubungan antarmanusia yang didasari saling percaya dan rasa empati. Pasien datang kepada dokter karena suatu penyakit yang dideritanya. Penyakit yang mengerogoti tubuh pasien tersebut memang kelihatannya hanya mengenai tubuhnya saja. Namun hal itu bukan berarti aspek lain dari diri pasien yaitu jiwa dan sosial tidak mengalami gangguan. Oleh karena itu, merupakan tugas seorang dokter untuk memperlakukan pasien sebagai seorang manusia yang utuh.

Itulah pesan yang ingin disampaikan oleh setiap lembar buku ini. Di dalamnya, para dokter menceritakan pengalaman pribadinya dalam menjalankan profesinya. Pembaca diajak untuk menyelami secara langsung lika-liku kehidupan dokter. Pertentangan batin, goresan hati, panggilan nurani, hikmah pelajaran, tangisan haru dan sedih, semuanya tertuang dalam kisah-kisah di buku ini. Seolah-olah ingin menunjukkan bahwa dokter juga seorang manusia yang punya perasaan, harapan, keinginan, dan tentu saja kekurangan.

Buku kumpulan kisah dokter ini total berisi 20 tulisan. Kisah pembuka adalah mengenai seorang anak yang anggota keluarganya pernah diperlakukan tidak semestinya oleh seorang dokter. Pada suatu malam, sang ibu terkena serangan asma berat dan kondisinya cukup mengkhawatirkan. Sang anak bersama saudaranya memberanikan diri mencari pertolongan dokter meskipun di tengah malam buta. Namun saat mengetuk pintu rumah dokter, bukan raut wajah hangat dan sapa ramah yang mereka temui. Sang dokter menerima dengan muka masam dan bahasa tubuh yang terlihat kesal serta penuh kedongkolan. Meskipun akhirnya dokter itu mau menangani sang ibu, peristiwa ini tak bisa dilupakan oleh sang anak. Anak ini bertekad untuk menjadi dokter suatu saat nanti. Cita-citanya akhirnya terwujud sehingga sang anak yang kini telah menjadi dokter dapat menceritakan pengalamannya dalam buku ini. Kisah lainnya menceritakan tentang bagaimana sikap dokter menghadapi kematian pasien, bagaimana pengalaman bertugas di daerah, cerita mengenai begitu berharganya sahabat dalam kehidupan, dan kisah-kisah menarik lainnya.

Secara umum, buku yang disusun dengan konsep mirip ”Chicken Soup for the Soul” ini layak dikoleksi. Buku ini ditulis dengan gaya populer dan disertai dengan keterangan seperlunya sehingga tetap mudah dimengerti meskipun dibaca oleh orang yang tidak berkecimpung di dunia kedokteran. Setiap tulisan diawali dengan kata mutiara yang inspiratif. Beberapa tulisan dilengkapi pula dengan puisi dan bait-bait lagu. Sebagian besar penulis secara terbuka menuliskan dengan sebenarnya nama orang, waktu dan tempat kejadian. Hal itu membuat cerita-cerita dalam buku ini menjadi lebih hidup. Meskipun ada penulis yang hanya menggunakan inisial.

Seperti kata pepatah, pengalaman adalah guru yang terbaik. Pembaca dapat memperoleh wawasan dan perspektif baru mengenai profesi dokter dari pengalaman-pengalaman yang dituangkan dalam buku ini. Kisah-kisah dalam buku ini membantu menumbuhkan rasa empati, menggugah rasa kemanusiaan dan memberi teladan bagaimana sosok dan kepribadian dokter yang seharusnya.

Menyoroti berbagai dugaan kasus malapraktik oleh dokter akhir-akhir ini, image dokter semakin buruk di mata masyarakat. Di tengah simpang siur pemberitaan media massa dan elektronik yang menyudutkan profesi dokter, buku ini hadir membawa angin segar dan harapan akan image dokter yang lebih baik di masa yang akan datang. Dokter adalah profesi yang mulia dan kaya dengan nilai-nilai kemanusiaan. Perlu dipahami, bagi seorang dokter kepentingan pasien adalah yang utama dan akan tetap seperti itu sampai kapanpun jua.[prz]

Artikel yang Berhubungan:
* Jiwa Seni pada Diri Seorang Dokter
* Manusia yang Manusiawi

Simpan halaman ini dalam PDF?

Post artikel ini di tempat lain?Bookmark and Share

Seluruh artikel di myhealing.wordpress.com dapat Anda perbanyak dan digunakan untuk keperluan apapun, asal tetap mencantumkan sumber URL. Silakan berikan rating untuk artikel ini.

Copyright © 2007 – 2009 Stetoskop. All Rights Reserved.

5 Responses to “Resensi Buku : “Bila Nurani Dokter Bicara””

  1. Ra! Says:

    sorry ni OOT…

    kapan kita bisa ketemu buat transaksi foto, hohoho…
    sekarang aku tiap senin kamis ke salemba, kalo jam 3-an prima lowong, tolong kabari ya… ^_^

  2. zulfendri Says:

    gimana caranya untuk dapat memiliki buku “Bila Nurani Dokter Bicara” beri tahu dunk

  3. prima almazini Says:

    @ Zulfendri:

    Bukunya bisa didapatkan di toko Gramedia atau toko buku kedokteran sepeti Sagung Seto. Kalau kehabisan, bisa langsung pesan ke Pusat Penerbit Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM di telepon : 021-3918301-20 pesawat 6717 atau telepon langsung: 021-31903775.

  4. thufail Says:

    sorry, saya cari di gramedia online, koq gak ada ya?

  5. prima almazini Says:

    @ Thufail:
    Coba yang di Sagung Seto atau Pusat Penerbit Penyakit Dalam..


Comments are closed.

%d bloggers like this: