Terapi alternatif untuk Bakteremia


Bakteremia merupakan keadaan patologis yang sering ditemui di rumah sakit. Di Indonesia prevalensi bakteremia masih cukup tinggi. Hal itu karena manajemen rumah sakit di Indonesia masih belum baik sehingga infeksi nosokomial masih sering terjadi. Penyebab terseringnya adalah bakteri Staphylococcus aureus.

Pada 30-40% kasus, bakteri ini menimbulkan komplikasi berupa endocarditis. Pada saat ini pilihan terapi untuk bakteremia dengan endocarditis tersebut masih terbatas. Terapi standar yang dipakai untuk infeksi bakteri ini adalah vancomycin. Namun hasilnya dianggap masih kurang memuaskan. Oleh karena itu, beberapa peneliti yang tergabung dalam Kelompok Studi Bakteremia dan Endocarditis mencoba mengembangkan terapi alternatifnya. Mereka melakukan penelitian efektifitas dan keamanan antibiotik daptomycin dibanding terapi standar yang sudah ada.

Daptomycin memiliki struktur polipeptida siklik dan merupakan antibiotik bakterisidal terutama terhadap bakteri gram positif seperti S. aureus. Penelitian yang dilakukan oleh Vance G. Fowler, Jr. dan kawan-kawan memperlihatkan bahwa daptomycin secara kualitas tidak kalah dengan terapi standar untuk bakteremia S.aureus dengan komplikasi endocarditis yang disebabkan oleh MSSA dan MRSA. Hasil tersebut terlihat bukan hanya pada satu populasi namun pada semua populasi percobaan baik pada akhir terapi maupun 42 hari setelah terapi.

Hasil penelitian tersebut memberikan angin segar disela-sela munculnya laporan adanya kegagalan terapi dan resistensi terhadap vancomycin.Tingkat keberhasilan yang sama pada pasien dengan bakteremia MRSA dan endocarditis yang diberi daptomycin dan pasien tersebut yang diobati dengan vancomycin memperlihatkan bahwa daptomycin dapat digunakan sebagai terapi alternatif untuk vancomycin pada manajemen infeksi serius tersebut (primz)

Simpan halaman ini dalam PDF?

Post artikel ini di tempat lain?Bookmark and Share

Seluruh artikel di myhealing.wordpress.com dapat Anda perbanyak dan digunakan untuk keperluan apapun, asal tetap mencantumkan sumber URL. Silakan berikan rating untuk artikel ini.

Copyright © 2007 – 2009 Stetoskop. All Rights Reserved.

One Response to “Terapi alternatif untuk Bakteremia”

  1. basa200604 Says:

    dapatkah setelah terjadinya bakteriemia kondisi kadar trombosit dan kekentalan darah meningkat?bila ya,apakah penyebabnya?Daptomycin jelas bukan obat yang gampang ditemui,menurut penulis,apakah ada obat yang sementara dapat digunakan menjelang si pasien mendapat pertolongan daptomycin?terima kasih,mohon penjelasannya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: