Penelitian Prevalensi Gangguan Menstruasi pada Siswi SMU di Jakarta

Gangguan menstruasi adalah masalah yang banyak dialami oleh kaum perempuan. Di Indonesia, penelitian mengenai hal ini masih belum banyak dilakukan.


Abstract

Prevalence of Menstrual Disorder and Associated Factors of at High School “X” in Pulo Gadung Subdistrict of East Jakarta, Januari 2009

Olaf Sianipar, Nur Chandra Bunawan, Prima Almazini, Neysa Calista, Priyandini Wulandari, Natasha Rovenska, Raissa E. Djuanda, Irene,* Seno Adjie,** Eva Suarthana***

*Community Medicine Integration Programme, Faculty of Medicine University of Indonesia
**Department of Obstetric and gineacologic, Faculty of Medicine University of Indonesia
***Department of Community Medicine, Faculty of Medicine University of Indonesia

Abstract: Menstrual disorder is common among women, with the highest prevalence found in late adolescence. If left untreated, menstrual disorder could affect the quality of life and daily activities. Currently, there are not many publication regarding this issue in Indonesia. The aim of this study was to determine the prevalence of menstrual disorder of high school students and factors associated with it. A cross sectional study was carried out on 57 adolescent females at High School “X” in Pulo Gadung Subdistrict of East Jakarta. Data were collected using guided questionnaire. The subjects were between 15-19 years old, mostly (43.9%) in 12th grade. Almost all (98.2%) of the subjects began menstruation at the age 11-14 years old. Most (66.7%) of the subjects had normal nutritional status. More than half (54.4%) of the subjects were physically active. The majority (63.2%) of the subjects experience menstrual disorder, with symptoms related to menstruation as the most common (91.7%), followed by disorder of menstrual period (25.0%), and disorder of menstrual cycle (5.0%). We found no subject with disorder of menstrual volume. Among symptoms related to menstruation, premenstrual syndrome was the most common (75.8%). There were significant associations between age, grade, and physical activity with menstrual disorder. There was no significant association between age of first menstruation and nutritional status with menstrual disorder.

Keywords: age of first menstruation, high school students, menstrual disorder, nutritional status, physical activity.

Gangguan menstruasi merupakan masalah yang cukup sering ditemukan pada tingkat pelayanan kesehatan primer. Penelitian sebelumnya mengenai prevalensi dismenorea pada mahasiswi sebuah universitas di Jakarta tahun 2004 menemukan bahwa 83,5% mahasiswi mengalami dismenorea. Pada sebuah penelitian lain, didapatkan bahwa hanya 38% perempuan yang menganggap perdarahan yang banyak pada menstruasi sebagai masalah, padahal 76% dokter yang menerima kasus tersebut menganggapnya sebagai kasus yang perlu dirujuk. Hal tersebut menunjukkan masih rendahnya kesadaran perempuan terhadap masalah gangguan menstruasi.

bleeding-during-menstr

2

Tahun-tahun awal menstruasi merupakan periode yang rentan terhadap terjadinya gangguan. Tujuh puluh lima persen perempuan pada tahap remaja akhir mengalami gangguan yang terkait dengan menstruasi. Menstruasi yang tertunda, tidak teratur, nyeri, dan perdarahan yang banyak pada waktu menstruasi merupakan keluhan tersering yang menyebabkan remaja perempuan menemui dokter. Cakir M et al.dalam penelitiannya menemukan bahwa dismenorea merupakan gangguan menstruasi dengan prevalensi terbesar (89,5%), diikuti oleh ketidakteraturan menstruasi (31,2%), serta perpanjangan durasi menstruasi (5,3%). Pada pengkajian terhadap penelitian-penelitian lain didapatkan prevalensi dismenorea bervariasi antara 15,8-89,5%, dengan prevalensi tertinggi pada remaja. Mengenai gangguan lainnya, Bieniasz J et al. mendapatkan prevalensi amenorea primer sebanyak 5,3%, amenorea sekunder 18,4%, oligomenorea 50%, polimenorea 10,5%, dan gangguan campuran sebanyak 15,8%. Selain itu, didapati juga bahwa dismenorea merupakan alasan utama yang menyebabkan remaja perempuan absen dari sekolah. Sindrom pramenstruasi didapatkan pada 40% perempuan, dengan gejala berat pada 2-10% penderita.

Gangguan menstruasi memerlukan evaluasi yang seksama karena gangguan menstruasi yang tidak ditangani dapat mempengaruhi kualitas hidup dan aktivitas sehari-hari. Pada sebuah studi yang dilakukan terhadap mahasiswa didapatkan data bahwa sindrom pramenstruasi (67%) dan dismenorea (33%) merupakan keluhan yang dirasakan paling mengganggu. Efek gangguan menstruasi yang dilaporkan antara lain waktu istirahat yang memanjang (54%) dan menurunnya kemampuan belajar (50%).

Metode penelitian
Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan pengambilan sampel secara stratified cluster sampling dan dilaksanakan pada bulan januari 2009 di SMU “X” Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Populasi dan sampel yang diteliti adalah siswi SMU ”X” Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Kriteria inklusi adalah siswi SMU “X” Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur yang bersedia mengikuti penelitian dan telah mengalami menstruasi minimal selama 2 tahun. Kriteria eksklusi adalah siswi SMU “X” Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur yang sedang menderita penyakit berat yang dapat mempengaruhi siklus menstruasi (tuberkulosis, hipertiroidisme, hipotiroidisme, lupus eritematosus sistemik, dan gangguan koagulasi darah), mengonsumsi obat-obatan hormonal (termasuk kontrasepsi) dan yang tidak hadir saat pengambilan sampel. Instrumen penelitian ini berupa guided questionnaire.

Kesimpulan penelitian
Dari 57 responden penelitian, 25 (43,9%) responden berasal dari kelas XII. Sebagian besar (98,2%) responden mengalami menstruasi pertama pada usia 11-14 tahun dan sisanya pada usia di bawah 11 tahun. Dua pertiga (66,7%) responden memiliki status gizi normal dan sebanyak 31 (54,4%) responden melakukan aktivitas fisik secara aktif. Pada penelitian ini didapatkan hubungan yang bermakna antara usia, kelas, dan aktivitas fisik dengan gangguan menstruasi pada siswi SMU ”X” Kecamatan Pulo Gadung Jakarta Timur. Tidak didapatkan hubungan bermakna antara usia menstruasi pertama dan status gizi dengan gangguan menstruasi pada siswi SMU ”X” Kecamatan Pulo Gadung Jakarta Timur.

Sebagian besar (63,2%) responden mengalami gangguan menstruasi. Gangguan yang terbanyak dialami adalah gangguan lain yang berhubungan dengan menstruasi yaitu sebesar 57,9%. Oleh karena itu, peneliti menyarankan agar dokter-dokter di puskesmas mengadakan penyuluhan tentang gangguan menstruasi kepada siswi SMU sehingga angka prevalensi gangguan menstruasi pada siswi SMU dapat diturunkan. [Olaf Sianipar, Nur Chandra Bunawan, Prima Almazini, Neysa Calista, Priyandini Wulandari, Natasha Rovenska, Raissa E. Djuanda, Irene, Adjie Seno, Eva Suarthana]

(Catatan: Hasil lengkap penelitian ini dapat dilihat di Majalah Kedokteran Indonesia Ikatan Dokter Indonesia edisi Juli 2009)

Artikel yang Berhubungan:
* Four Basic of Community Medicine

Simpan halaman ini dalam PDF?

Post artikel ini di tempat lain? Bookmark and Share

Seluruh artikel di myhealing.wordpress.com dapat Anda perbanyak dan digunakan untuk keperluan apapun, asal tetap mencantumkan sumber URL. Silakan berikan rating untuk artikel ini.

Copyright © 2007 – 2009 Stetoskop. All Rights Reserved.

9 Responses to “Penelitian Prevalensi Gangguan Menstruasi pada Siswi SMU di Jakarta”

  1. RRj Says:

    Thanks.

  2. reglest Says:

    Mantap! Ini yang dimuat di MKI waktu itu kan Primz? Selamat ya…ada niat masukin ke jurnal luar tak?

  3. prima almazini Says:

    @Reglest:
    Iya di MKI edisi Juli 2009. Abstrak yang sudah pernah dimuat tidak boleh dipublikasikan lagi mba Reg.

  4. reglest Says:

    Oya? Tapi kalau nggak salah sebelumnya dr. Eva pernah cerita ada yang berhasil masuk MKI dan selanjutnya dipublikasikan ke jurnal luar. Kurang tahu cerita selengkapnya sih, tapi saranku sih coba aja, lumayan buat kalian semua

  5. prima almazini Says:

    @ Reglest:
    Mungkin saja benar. Kelompokku tidak diberitahu begitu. Seperti halnya jurnal Indo, jurnal luar hanya menerima abstrak yang tidak pernah dipublikasikan sebelumnya.Btw, thanks atas infonya dan kunjungannya.

  6. bidanku Says:

    Penelitian yang luar biasa…🙂

  7. Riry Says:

    LengKap Banget,maKasih bISa jADi Bahan TamBahan Bwt SkriPsiQ….

  8. prima almazini Says:

    @ Riry:
    Sama-sama. Semoga berguna🙂

  9. TYAS DWI HARMI LUBIS Says:

    aduh bermanfaat banget ni …
    pa lagi buat aku yanh lagi melakukan penelitian tentang ni juga ……..
    doain aku moga muany lancar ya………..


Comments are closed.

%d bloggers like this: