Vaksin H1N1 2009 Siap Melawan Pandemi

Bulan Juni lalu, WHO mengumumkan penyakit flu influenza A H1N1 sebagai pandemi. Sejauh ini dilaporkan kasus yang telah dikonfirmasikan laboratorium di 207 negara mencapai total lebih dari 622.482 jiwa.

saat ini, lebih dari 7820 orang meninggal di seluruh dunia karena pandemi virus influenza H1N1. WHO telah membuat strategi dan kebijakan untuk menanganinya, yaitu dengan membuat vaksin H1N1 pandemik.

Terdapat 2 macam pilihan vaksin H1N1, vaksin hidup, diberikan dalam bentuk nasal spray, dan vaksin mati (Live Attenuated Influenza Vaccine/LAIV), diberikan dalam bentuk injeksi intramuskular. Vaksin mati diberikan secara injeksi di lengan atas. Pada janin dan anak yang lebih muda, tempat yang lebih disukai untuk memberikan vaksin adalah di paha.

Dosis yang direkomendasikan adalah dosis tunggal vaksin pada dewasa dan remaja 10 tahun ke atas. Untuk orang yang imunokompromais, dosis yang disarankan yaitu dua kali dosis. Vaksin influenza efektif bekerja sekitar 14 hari setelah vaksinasi. Mereka yang terinfeksi sebelum (1 sampai 3 hari) atau dalam jangka waktu pendek setelah imunisasi bisa terkena penyakit.

Vaksin influenza mati dapat diberikan pada waktu yang sama dengan vaksin noninfluenza lain. Namun sebaiknya diberikan pada tempat yang berbeda. Vaksin influenza pandemik dan musiman pun dapat diberikan secara bersamaan.


Vaksin Sudah Teruji Aman

Hasil penelitian menunjukkan bahwa vaksin pandemik aman digunakan seperti halnya vaksin influenza musiman. Efek samping yang timbul sama dengan efek samping vaksin influenza musiman.

Penelitian tidak memperlihatkan efek berbahaya vaksin influenza pandemik pada kehamilan, fertilitas, atau fetus atau embrio yang sedang tumbuh, kelahiran atau perkembangan post natal. Dilihat dari sisi peningkatan risiko sakit berat pada wanita hamil yang terinfeksi virus influenza baru, pada studi klinis, wanita hamil merupakan kelompok yang sebaiknya divaksinasi.

Penelitian terbaru memperlihatkan bahwa wanita hamil yang terinfeksi memiliki kemungkinan 10 kali lebih tinggi dalam membutuhkan perawatan rumah sakit di unit perawatan intensif (ICU) daripada populasi umum yang terinfeksi dan 7-10% kasus infeksi yang dirawat di rumah sakit adalah wanita pada kehamilan trimester kedua atau ketiga. Manfaat vaksinasi jauh lebih tinggi daripada risikonya. Penelitian lebih lanjut pada wanita hamil yang divaksinasi sedang dilakukan.

Reaksi vaksin yang paling banyak terjadi pada anak-anak setelah vaksinasi influenza sama dengan reaksi yang muncul pada imunisasi anak lainnya (seperti nyeri pada tempat suntikan atau demam). Vaksinator dapat menyarankan metode yang paling tepat untuk mengurangi gejala. Jika terdapat keluhan keamanan anak terhadap reaksi, konsulkan ke penyedia pelayanan kesehatan sesegera mungkin. Perlu dicatat, anak juga sering mengalami kondisi yang tidak berhubungan dengan imunisasi, yang terjadi bersamaan dan berkembang setelah imunisasi.

Karena virus pandemik itu baru, baik uji klinis maupun non klinis sedang dilakukan untuk mendapatkan informasi penting tentang respon imun dan keamanannya. Hasil penelitian dilaporkan bahwa vaksin pandemik sama amannya dengan vaksin influenza.

Beberapa efek samping dihubungkan dengan vaksinasi influenza. Seberapa sering munculnya bergantung pada tipe vaksin, bagaimana diberikan dan umur penerima vaksin. Vaksin yang tidak aktif diberikan secara injeksi, sering menimbulkan reaksi lokal seperti kemerahan, bengkak dan nyeri pada tempat injeksi dan yang lebih jarang menyebabkan demam, nyeri otot atau sendi dan sakit kepala. Gejala-gejala ini biasanya ringan tidak memerlukan penanganan medis dan hilang sendiri dalam 1-2 hari. Demam, nyeri sendi dan nyeri kepala dapat terjadi lebih sering pada anak-anak dibandingkan orang tua. Jarang terjadi, vaksin influenza menyebabkan alergi seperti pembengkakkan lapisan dalam kulit dan jaringan, asma, atau reaksi alergi multisistem berat karena hipersensitivitas terhadap komponen vaksin tertentu.

Vaksin hidup diberikan melalui spray nasal dan menyebabkan sumbatan hidung, batuk, dan yang lebih jarang adalah nyeri tenggorokan, demam, iritabilitas, dan nyeri kepala dan otot. Bukti terbaru tidak memperlihatkan bahwa vaksin influenza musiman atau pandemik atau vaksin lain yang melawan virus influenza manusia, memicu timbulnya penyakit kronis pada penerima vaksin. Pada Guillain Barre syndrome (GBS), dapat muncul mengikuti berbagai macam infeksi, termasuk influenza. Pada orang yang mendapat imunisasi dengan vaksin pandemik, frekuensi GBS sama dengan orang yang tidak divaksinasi.

Tetap waspada

Beberapa negara seperti Argentina dan China telah mulai memproduksi massal vaksin H1N1. Indonesia bekerja sama dengan PT. Biofarma baru akan memproduksi vaksin H1N1 pada bulan November 2010.

Individu yang telah divaksinasi juga bisa terkena influenza disebabkan oleh strain berbeda dari virus influenza yang tidak terlindungi oleh vaksin. Perlu diperhatikan bahwa bagaimanapun tidak ada satupun vaksin, termasuk vaksin influenza pandemik, memberikan 100% perlindungan terhadap penyakit. Tetapi setidaknya vaksin dapat mengurangi secara signifikan risiko terkena penyakit. primz


Sumber:

1. Centers for Disease Control. 2009 Influenza Vaccine Information. Available from: http://www.cdc.gov/h1n1flu/vaccination/public/vaccination_qa_pub.htm
2. World Health Organization. Pandemic H1N1 2009 update. Available from: http://www.who.int/csr/don/2009_11_27a/en/index.html

Artikel yang Berhubungan:
* Proses Pembuatan Vaksin
* Sejarah Pembuatan Vaksin
* RV 144 : Vaksin HIV Pertama di Dunia

Simpan halaman ini dalam PDF?

Download PDF, klik

Post artikel ini di tempat lain? Bookmark and Share

Seluruh artikel di myhealing.wordpress.com dapat Anda perbanyak dan digunakan untuk keperluan apapun, asal tetap mencantumkan sumber URL. Silakan berikan rating untuk artikel ini.

Copyright © 2007 – 2009 Stetoskop. All Rights Reserved.

2 Responses to “Vaksin H1N1 2009 Siap Melawan Pandemi”

  1. fauzan Says:

    Saya mau menambahkan sedikit.
    Vaksin H1N1 memang sudah lama ditunggu2. Tapi, sejujurnya keberadaan vaksin seperti pelipur duka sesaat. Pembuatan vaksin membutuhkan waktu paling cepat 6 bulan (kebetulan saya pernah membahasnya di blog saya). Artinya, jika saat ini sudah didapatkan vaksin H1N1, itu cocok digunakan untuk virus yang belum bermutasi dari satu tahun yang lalu hingga sekarang. Tentang vaksin ini dicurigai menyebabkan GBS, sebenarnya masih dalam polemik. Butuh penelitian lebih lanjut dan lebih lama, tentu saja. Sejujurnya, kita tidak bisa terlalu mengandalkan vaksin ini dalam menyikapi pandemik flu babi.

  2. my LIBRARY-LAB Says:

    […] yang Berhubungan: * Sejarah Pembuatan Vaksin * RV 144 : Vaksin HIV Pertama di Dunia * Vaksin H1N1 2009 Siap Melawan Pandemi   Leave a […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: