Resensi Buku: “Deep Thinking, Bagaimana Seorang Muslim Berpikir”

Judul : Deep Thinking : Bagaimana Seorang Muslim Berpikir

Penulis : Harun Yahya

Penerjemah : Catur Sriherwanto

Penerbit : Robbani Press

Cetakan : Cetakan 10, Juni 2005


Kebanyakan Manusia Berpikir Dangkal

Secara umum buku setebal 148 halaman ini berisi poin-poin penting sebagai berikut :

  1. Riwayat hidup Harun Yahya
  2. Hal-hal yang hendaknya dipikirkan
  3. Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan manusia tidak mau berpikir?
  4. Keutamaan berpikir mendalam

Selanjutnya mari kita bahas satu persatu.

1. Riwayat hidup Harun Yahya

Riwayat hidup Harun Yahya sesungguhnya adalah sebuah inspirasi bagaimana berpikir mendalam dapat menemukan kebenaran hakiki dan menjungkalkan kepercayaan yang dipercayai oleh kebanyakan orang. Dalam buku ini diceritakan bagaimana Harun Yahya berhasil mengalahkan argumen para Darwinisme dan menjungkalkan teori Evolusi yang berpaham ateis dan materialis. Karya-karyanya telah mengubah pandangan dunia terhadap teori evolusi.

2. Hal-hal yang hendaknya dipikirkan

Dalam buku ini dijelaskan berbagai contoh-contoh berpikir mendalam dalam kehidupan sehari-hari diantaranya ketika bangun tidur, ketika sedang makan, ketika sedang membaca surat kabar, dll. Dari uraian Harun Yahya yang begitu panjangnya tersebut kita akan merenung dan menyadari bahwasanya kebanyakan yang kita pikirkan adalah sesuatu yang dangkal.

Sebagai contoh : Seorang pelajar gagal dalam ujian universitas meskipun ia telah belajar secara sungguh-sungguh; Seseorang kehilangan file yang diketiknya karena aliran listrik tiba-tiba putus begitu saja ketika sedang mengetik. Seseorang terpaksa menghabiskan harinya menunggu dalam antrian untuk mendapatkan pekerjaan akibat birokrasi yang terlalu rumit, dsb. Peristiwa tersebut sering dianggap sebagai sebuah kesulitan/masalah. Ketika mengalami semua peristiwa tersebut, orang beriman akan berpikir dan ingat bahwa allah menguji perilaku dan kesabarannya; sehingga tidaklah masuk akal bagi orang ang yakin bahwa akan mati dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di akhirat terpengaruh dengan hal-hal serupa dan menghabiskan waktunya dengan perasaan takut dan khawatir akan hal tersebut. Ia paham bahwa ada sebuah kebaikan dibalik semua peristiwa ini.

3. Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan manusia tidak mau berpikir?

Dalam Alquran Allah memberitakan keadaan orang-orang yang terbiasa berpikir dangkal :

” Mereka hanya mengetahui yang lahir saja dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang kehidupan akhirat adalah lalai. Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang kejadian diri mereka? Allah tidak menjadikan langit dan buni dan apa yang ada diantara keduanya melainkan dngan tujuan yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan diantara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan tuhannya”. (QS. Ar-Ruum, 30 : 7-8)

Ayat tersebut memberitahu kita bahwasanya kebanyakan orang tidak mau berpikir mendalam. Faktor penyebabnya diantaranya sebagai berikut :

  • Kelumpuhan mental akibat mengikuti kebanyakan orang. Manusia biasanya lebih cenderung menerima apa yang diajarkan oleh orang-orang disekitarnya, daripada berpikir untuk mencari sendiri kebenaran dari apa yang diajarkan tersebut.
  • Kemalasan mental. Akibat rasa malas, manusia melakukan segala sesuatu sebagaimana yang pernah mereka saksikan dan terbiasa mereka lakukan.
  • Anggapan bahwa berpikir mendalam tidak baik. Di masyarakat ada yang mengingatkan satu sama lain dengan perkataan : ” jangan terlalu banyak berpikir, anda akan kehilangan akal”.
  • Berlepas diri dari tanggung jawab melaksanakan apa yang diperoleh dari berpikir. Dengan tidak berpikir, manusia merasa berhasil melepaskan diri dari beragam masalah.
  • Terlenakan oleh kehidupan sehari-hari. Karena manusia harus bekerja keras jungkir balik dalam pekerjaan, mereka mengatakan tidak punya waktu lagi untuk hal lain termasuk berpikir. Padahal tujuan hidup bukan hanya sekedar menghabiskan waktu dengan pekerjaan, yang terpenting justru kemampuan melihat kenyataan sesungguhnya dari kehidupan dunia ini untuk kemudian menempuh jalan hidup yang sebenarnya.
  • Melihat tanpa perenungan.

4. Keutamaan berpikir mendalam

Dalam AlQuran Allah menegaskan kewajiban manusia untuk berpikir secara mendalam atau merenung. Allah berfirman bahwa AlQuran diturunkan kepada manusia untuk dipikrkan dan direnungkan :

“ Ini adalah sebuah kitab yang kami turunkan kepadamu, penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan(merenungkan) ayat-ayatmya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.” (QS.Shaad,38 : 29).

Kewajiban tersebut tentu diikuti dengan keutamaan. Keutamaan bagi orang yang berpikir mendalam antara lain sebagai berikut :

  • Orang yang berpikir secara mendalam akan sangat paham akan rahasia-rahasia ciptaan Allah dan kebenaran hakiki dari segala sesuatu.
  • Orang yang berpikir scara mendalam akan berpikir dengan cara yang tidak sama dengan kebanyakan manusia, namun sebagaimana yang Allah perintahkan.
  • Orang yang berpikir secara mendalam akan menemukan sifat-sifat Allah di segala sesuatu yang ia lihat sehingga ia paham akan pentingnya menjadi seseorang yang dicintai Allah dan melaksanakan ajaran agama secara benar.
  • Orang yang berpikir secara mendalam akan mendapatkan kenikmatan yang lebih dari keindahan-keindahan yang ia saksian, melebihi dari yang didapatkan oleh orang lain.
  • Orang yang berpikir secara mendalam tidak akan menderita tekananbatin karena terbawa oleh angan-angan kosong yang tidak ada dasarnya dan tidak terseret oleh kerakusan dunia.
  • Balasan di akhirat untuk orang yang selalu mencari kebenaran dengan berpikir adalah kecintaan, keridhaan, kasih sayang dan surga Allah.

Artikel yang Berhubungan:
* Resensi Buku : “Bila Nurani Dokter Bicara”
* Manusia yang Manusiawi

Simpan halaman ini dalam PDF?

Download PDF, klik

Post artikel ini di tempat lain?Bookmark and Share

Seluruh artikel di myhealing.wordpress.com dapat Anda perbanyak dan digunakan untuk keperluan apapun, asal tetap mencantumkan sumber URL. Silakan berikan rating untuk artikel ini.

Copyright © 2007 – 2009 Stetoskop. All Rights Reserved.

2 Responses to “Resensi Buku: “Deep Thinking, Bagaimana Seorang Muslim Berpikir””

  1. daicy Says:

    “buku yang bagus, blognya juga bagus..:)”

  2. prima almazini Says:

    @ daicy:
    Makasih, semoga ada manfaatnya🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: