Pengaruh Antidepresan terhadap Risiko terkena Stroke pada Wanita Pascamenopause

Antidepresan merupakan obat yang paling banyak diresepkan oleh dokter di Amerika Serikat. Apakah benar pada wanita pascamenopause, mengonsumsi antidepresan meningkatkan risiko terkena stroke?

Penelitian terbaru memperlihatkan bahwa wanita pascamenopause yang mengonsumsi antidepresan semakin tinggi risikonya mengalami stroke dan kematian. Penelitian ini dilakukan oleh Women’s Health Initiative Study, disponsori oleh National Institute of Health. Hasilnya memperlihatkan bahwa wanita pascamenopause yang mengonsumsi antidepresan mempunyai risiko terkena stroke lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang tidak mengonsumsi antidepresan.

Data diperoleh dari 136.293 partisipan, berumur 50-79 tahun, yang tidak mengonsumsi antidepresan pada awal penelitian. Enam tahun kemudian pada saat tindak lanjut, 5.496 perempuan mengonsumsi antidepresan. Penelitian membandingkan 130.797 wanita yang tidak mengonsumsi antidepresan terhadap mereka yang mengonsumsi. Selain peningkatan risiko terkena stroke, wanita yang mengonsumsi antidepresan juga ditemukan mempunyai 32% risiko yang lebih tinggi mengalami kematian oleh berbagai sebab.

Peneliti senior, Sylvia Wassertheil-Smoller, Ph.D mengatakan bahwa belum sepenuhnya jelas bagaimana antidepresan berperan pada peningkatan risiko stroke dan kematian pada wanita, atau apakah ada hubungannya dengan depresi sebagai penyakit penyerta. Beberapa penelitian menghubungkan depresi dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskuler dan kematian.

Risiko stroke yang ditemukan pada wanita yang mengonsumsi antidepresan adalah kecil yaitu 0,43% setiap tahun dibandingkan dengan 0,3% risiko tahunan untuk wanita yang tidak mengonsumsi antidepresan. Namun karena antidepresan merupakan obat yang paling banyak diresepkan di Amerika Serikat, Dr. Wassertheil-Smoller mengatakan bahwa risiko yang kecil tersebut signifikan untuk populasi yang besar dari wanita pascamenopause.

Ketua tim peneliti Jordan W. Smoller, M.D., Sc.D mengatakan bahwa masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan secara jelas apakah hal tersebut signifikan. Wanita usia lanjut yang mengonsumsi antidepresan, harus berupaya untuk mengubah faktor risiko stroke yang lain, seperti memelihara berat normal dan mengontrol kadar kolesterol dan tekanan darah.

Penelitian masih observasional dan tidak secara definitif memastikan bahwa antidepresan adalah penyebabnya. Berdasarkan penelitian, Dr. Wasseltheil-Smoller mengatakan bahwa penting untuk menimbang manfaat antidepresan dibandingkan risiko yang kecil terkena stroke. Mereka mengatakan bahwa wanita sebaiknya mendiskusikan penggunaan antidepresan dengan dokter mereka, khususnya jika mereka peduli.

Sumber:
1. Kathlenn Blanchard. Antidepresant use linked to increased stroke risk in postmenopausal women [disitasi 12 Januari 2009]. 2009. Diunduh dari: http://www.emaxhealth.com/1020/114/34793/antidepressant-use-linked-increased-stroke-risk-postmenopausal-women.html

Artikel yang berhubungan:
* Perkembangan Terbaru Terapi Stroke Perdarahan Intraserebral

Simpan halaman ini dalam PDF?

Post artikel ini di tempat lain?Bookmark and Share

Seluruh artikel di myhealing.wordpress.com dapat Anda perbanyak dan digunakan untuk keperluan apapun, asal tetap mencantumkan sumber URL. Silakan berikan rating untuk artikel ini.

Copyright © 2007 – 2010 Stetoskop. All Rights Reserved.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: