Epigenetik, Jembatan antara Nature dan Nurture


Setelah proyek penyusunan peta genom selesai, epigenetik adalah salah satu cabang ilmu yang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Apakah itu epigenetik?

Lebih dari 50 tahun telah berlalu sejak Watson dan Crick mempublikasikan struktur tiga dimensi dari DNA heliks ganda. Dengan adanya teori evolusi Darwin, penemuan bahwa DNA meng-kode karakteristik herediter sudah sangat populer di masyarakat. Setelah Crick meninggal, jangkauan media yang luas membuat konsep ini diterima secara luas oleh komunitas ilmiah. Blueprint genetik, dapat diibaratkan partitur musik yang komplit, tak akan hidup tanpa orkestra sel (pemain) dan epigenotip (instrumen) untuk mengekspresikannya. Ilmu pengetahuan saat ini telah menyingkap apa yang memainkan partitur genetik kita dan dibuktikan bahwa fenotip dapat berubah secara dramatis antargenerasi tanpa perubahan pada urutan DNA. Terdapat ratusan jenis sel yang berbeda di tubuh kita. Meskipun setiap selnya diturunkan dari titik awal yang sama, gambaran neuron sangat berbeda dengan sel hati.

Istilah Epigenetik

Conrad Waddington (1905-1975) sering dikaitkan dengan penemuan istilah epigenetik pada tahun 1942 yang berarti cabang ilmu Biologi yang mempelajari interaksi sebab akibat antara gen dengan produknya. Istilah epigenetik muncul di literatur pada pertengahan abad ke 19, meskipun konsep aslinya berasal dari Aristoteles. Dia mempercayai adanya epigenesis, perkembangan bentuk organik dari yang tidak berbentuk. Pandangan kontroversial ini merupakan argumen utama melawan teori bahwa tubuh manusia terjadi dari yang telah berbentuk. Bidang epigenetik telah menjadi jembatan antara genetik dan lingkungan. Di abad ke-21, epigenetik didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari perubahan yang diturunkan pada fungsi genom, yang terjadi tanpa perubahan susunan urutan DNA.

Epigenetik masih menjadi hal yang aneh dan luar biasa yang tidak dapat dijelaskan dengan genetik. Para ilmuwan membuat perumpamaan tentang epigenetik agar orang awam mudah memahaminya. DNA adalah sebuah kaset yang membawa informasi. Dan kaset tidak berguna tanpa sebuah tape player. Epigenetik adalah tape player-nya. Bila diibaratkan komputer, maka hard disk adalah seperti DNA dan programnya dalah seperti epigenom. Kita dapat mengakses informasi tertentu dari hard disk menggunakan program di komputer. Namun ada area tertentu yang menggunakan password dan ada juga yang terbuka. Saat ini, peneliti sedang berusaha memahami mengapa area tertentu terbuka dan area lain membutuhkan password untuk membukanya. [primz, dari berbagai sumber]

Simpan halaman ini dalam PDF?

Post artikel ini di tempat lain?Bookmark and Share

Seluruh artikel di myhealing.wordpress.com dapat Anda perbanyak dan digunakan untuk keperluan apapun, asal tetap mencantumkan sumber URL. Silakan berikan rating untuk artikel ini.

Copyright © 2007 – 2010 Stetoskop. All Rights Reserved.

One Response to “Epigenetik, Jembatan antara Nature dan Nurture”

  1. neoaisyah Says:

    ada salah satu celoteh mengenai ter’bongkar’nya peta genom manusia. orang atheis yang ngomong.
    “Lord, setelah mereka (manusia, red) berhasil membongkar kodenya, Anda harus segera mengganti dengan kode baru”, nasihat malaikat kecil ke sang Dewa.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: