Lensa Kontak Pendeteksi Kadar Glukosa Darah

Banyak ilmuwan percaya bahwa mata adalah pintu kecil dari tubuh kita. Dari permukaan mata dapat diperoleh informasi seperti gula darah, tekanan darah, dan suhu tubuh.

Penyakit diabetes mellitus mempengaruhi kemampuan tubuh untuk membuat atau menggunakan hormon insulin, yang dapat menyebabkan perubahan kadar gula darah atau glukosa darah ke tingkat yang berbahaya. Saat ini, banyak penderita diabetes memonitor kadar gula darah mereka dengan cara menusuk kulit dan mengambil darah. Akan tetapi, Chris Geddes, ketua peneliti dan direktur Center of Fluorescence Spectroscopy di Universitas Maryland Amerika Serikat telah mencoba untuk membuat alternatif baru yang tidak menyakitkan.

Menurut Geddes, membuat sistem monitoring melalui lensa kontak sangat masuk akal karena banyak orang dengan diabetes juga memakai kaca mata atau lensa kontak ,yaitu karena diabetes juga berdampak pada pembuluh darah di retina. Untuk membuat lensa kontak peka terhadap glukosa, peneliti menambahkan asam boronik terhadap lensa kontak yang sekali pakai. Air mata mengandung glukosa yang terikat dengan molekul asam boronik dan reaksinya menimbulkan fluoresensi. Dengan suatu alat yang menyinari mata, dapat dihasilkan kilauan cahaya di mata sehingga pengguna dapat mengetahui kadar gula darah mereka.

Saat mengerjakan proyek lensa kontak ini, Geddes mengalami hambatan dalam fase pengembangannya. Sebagian besar molekul asam boronik lebih cocok dengan lingkungan basa. Tetapi di dalam lensa kontak sangat asam. “Kita harus kembali ke papan gambar dan mendesain molekul yang membuat asam boronik dapat bertahan pada suasana asam ringan,” ucap Geddes. Asam boronik juga sensitif terhadap konsentrasi glukosa yang sangat kecil. Gula lainnya yaitu fruktosa juga terdapat di air mata, tetapi konsentrasinya kecil sehingga Geddes mengatakan bahwa fruktosa tidak mempengaruhi pembacaan glukosa.

Kadar glukosa di air mata terdeteksi lebih lambat sekitar 30 menit bila dibandingkan dengan kadar di darah, tetapi Geddes mengatakan bahwa keterlambatan itu bukan masalah. Sebagian besar orang dengan diabetes mempunyai jangka waktu berjam-jam antara setiap tes tusuk kulit yang mereka lakukan sehingga pendekatan lensa kontak masih bisa digunakan dan lebih nyaman.

Geddes dan kawan-kawan juga merancang lensa kontak yang akan berubah warna seperti lampu lalu lintas – dari hijau ke kuning ke oranye ke merah – memungkinkan pengguna atau pengamat untuk menentukan rentang yang luas dari kadar gula darah, dari sangat rendah sampai sangat tinggi.

Sistem ini bukan sistem monitoring glukosa noninvasif pertama yang dikembangkan. Food and Drug Administration Amerika Serikat menyetujui sistem lain yang disebut GlucoWatch, di tahun 2001. GlucoWatch yang dipakai di pergelangan tangan, mengalirkan aliran elektrik kecil ke kulit, menarik cairan antarsel melalui kulit untuk mengetahui kadar gula darah si pemakai.

Para peneliti juga saat ini sedang berusaha menggunakan nanopartikel yang sangat kecil yang menempel pada lensa hidrogel yang akan bereaksi terhadap molekul di air mata menyebabkan reaksi kimia yang mengubah warna lensa sehingga pemakai mengetahui kapan kadar gula darah mereka memerlukan perhatian khusus.

Lensa kontak yang berubah warna berdasarkan kadar gula darah pemakainya suatu hari nanti dapat menolong penderita diabetes mengontrol kadar gula darahnya tanpa proses yang invasif dan menyakitkan. [primz]

Sumber:
1. Kelly Young. Contact lenses react to blood-sugar levels. 2005. Available from: http://www.newscientist.com/article/dn7182-contact-lenses-react-to-bloodsugar-levels.html
2. No name. Color-changing contact lenses for diabetics. 2009. Available from: http://www.ubergizmo.com/15/archives/2009/12/color-changing_contact_lenses_for_diabetics.html

Artikel yang berhubungan:
* Patogenesis Neuropati pada Diabetes Mellitus
* Diagnosis dan Penatalaksanaan Gastroparesis pada Diabetes Mellitus

Simpan halaman ini dalam PDF?

Post artikel ini di tempat lain?Bookmark and Share

Seluruh artikel di myhealing.wordpress.com dapat Anda perbanyak dan digunakan untuk keperluan apapun, asal tetap mencantumkan sumber URL. Silakan berikan rating untuk artikel ini.

Copyright © 2007 – 2010 Stetoskop. All Rights Reserved.

4 Responses to “Lensa Kontak Pendeteksi Kadar Glukosa Darah”

  1. trie Says:

    bagus dung kalo kayak gitu,,
    ga ada yang perlu pingsan bagi yang phobia jarum suntik..
    tapi mahal ga ya,,kalo cara ini di pake buat pengecekan gula gratis di masyarakat??

  2. prima almazini Says:

    @ Trie:
    Cara ini kurang cocok diipakai untuk screening karena butuh waktu yang lama (30 menit) dan harganya mahal. Untuk screening sampai saat ini yang terbaik masih dengan glukotest strip dan glukometer.

  3. pooh Says:

    asam boranik sama ga sama dgn boric acid borak(borak)??
    klo sama, borak kan berbahaya bwt kesehatan..??
    jd gmn tu??

  4. Prima Almazini Says:

    @ pooh:
    Asam boronik berbeda dengan asam borak. Asam boronik adalah nama suatu alkil dengan rumus kimia R-B(OH)2. Sedangkan asam borat adalah sebuah senyawa dengan rumus kimia B(OH)3.

    Sumber: wikipedia


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: