Standar Pemeriksaan Kesehatan bagi Calon Jemaah Haji Indonesia

Pemeriksaan kesehatan haji adalah rangkaian kegiatan yang meliputi anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang medis, dan penetapan diagnosis serta pelaksanaan pembinaan sampai dengan jemaah siap berangkat ke tanah suci dengan kondisi sehat.

Pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji (CJH) dapat dikelompokkan menjadi pemeriksaan pokok, pemeriksaan lanjut dan pemeriksaan khusus. Pemeriksaan pokok adalah pemeriksaan yang harus dilakukan pada semua CJH yang terdiri dari identitas, riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik serta laboratorium darah, dan urin. Pemeriksaan lanjut yaitu bagi CJH wanita pasangan usia subur perlu dilakukan tes kehamilan. Bagi CJH berusia 40 tahun atau lebih dilakukan pemeriksaan rontgen thoraks, GDS, kolesterol LDL dan EKG. CJH yang berusia 60 tahun atau lebih dilakukan pemeriksaan fungsional Barthel Index. Dan bagi CJH pendamping dilakukan tes kebugaran. Pemeriksaan khusus yaitu pemeriksaan penunjang lain yang dilakukan sesuai indikasi medis dan rujukan.

Berdasarkan tahap pemeriksaan, pemeriksaan kesehatan haji dibagi 2 tahap yaitu tahap pertama dan tahap kedua. Tim pemeriksa kesehatan haji tahap pertama ditetapkan oleh dinas kesehatan propinsi. Tim pemeriksa kesehatan tahap pertama sekurang-kurangnya terdiri dari dokter pria dan wanita, perawat pria dan wanita, analis laboratorium kesehatan.

Dokter yang ditunjuk harus mempunyai SIP dan SK penunjukkan sebagai tim pemeriksa kesehatan serta memiliki kompetensi dalam pemeriksaan kesehatan dengan pendekatan manajemen risiko. Perawat yang ditunjuk harus mempunyai SK jabatan fungsional sebagai perawat dan SK penunjukan sebagai tim pemeriksa kesehatan dan memiliki kompetensi dalam memebantu pemeriksaan kesehatan dengan pendekatan maanjemen risiko. Analisis laboratorium kesehatan harus memenuhi persyaratan memiliki SK jabatan fungsional sebagai pranata laboratorium kesehatan dan SK penunjukkan sebagai tim pemeriksa kesehatan dan memiliki kompetensi dalam membantu pemeriksaan kesehatan dengan pendekatan manajemen risiko. Sedangkan tim pemeriksa kesehatan tahap kedua sekurang-kurangnya terdiri dari dokter pria atau wanita, perawat pria dan wanita, analis laboratorium kesehatan dan tenaga ahli rujukan yaitu dokter spesialis.

Puskesmas adalah tempat penyaringan pertama status kesehatan jemaah haji. Kegiatan yang dilakukan di puskesmas antara lain pembinaan bagi calon jemaah haji. Bagi calon haji yang sehat dilakukan pembinaan bagaimana cara menjaga kesehatan agar tetap baik hingga saat keberangkatannya. Pembinaan yang diberikan seperti memotivasi untuk melakukan latihan kesegaran jasmani dan melakukan aklimatisasi dengan cara berolahraga ringan pada siang hari. Bagi calon haji sakit, diberi pengobatan/dirujuk dan selanjutnya dilakukan pembinaan sebagaimana calon haji lain.

Bagi calon haji yang sehat dinyatakan sehat dalam buku kesehatan haji kemudian diberi surat pengantar sehat untuk membayar ONH di bank. Bagi calon haji sakit yang dapat diobati di puskesmas agar diusahakan sampai sembuh, setelah itu baru diberi surat pengantar bayar ONH. Calon haji sakit yang tidak dapat diatasi di puskesmas, dirujuk ke tim pengamanan kesehatan Dati. II dan untuk hal ini dokter puskesmas harus mencatat di KH1 (kolom keterangan). Calon haji yang menderita penyakit yang mutlak tidak boleh diberangkatkan.

Bagi calon haji wanita usia subur, apabila telah diperiksa ternyata tidak hamil, yang bersangkutan harus menjalankan KB sampai selesai ibadah haji. Untuk semua wanita yang ternyata hamil dan belum divaksinasi meningitis tidak diperbolehkan berangkat. Pelaksanaan mengikuti KB merupakan keharusan, hal ini mengingat para pemeriksaan akhir kalau ternyata ada calon haji wanita hamil, yang bersangkutan akan ditolak keberangkatannya ke tanah suci. Bagi calon haji wanita yang hamil setelah 3 bulan sampai 6 bulan umur kehamilannya, dan telah divaksinasi meningitis pada 1-2 tahun yang lalu boleh berangkat.

Jemaah Haji Risiko Tinggi

Pembinaan di puskesmas yang dilakukan bagi calon haji sehat yang memiliki risiko tinggi adalah seperti halnya jemaah haji sehat namun dengan memperhatikan faktor risiko tingginya. Jemaah haji risiko tinggi yaitu semua jemaah haji yang mempunyai/mengidap penyakit/kondisi tertentu dimana penyakit/kondisi tertentu ini dapat memperburuk kesehatannya selama perjalanan ibadah haji berlangsung.

Ada beberapa kelompok kondisi penyakit yang paling utama antara lain: kelompok kardiovaskular yaitu penyakit jantung koroner dan hipertensi, kelompok endokrin yaitu diabetes mellitus, kelompok saluran pernapasan yaitu TB Paru dan asma bronchial, kelompok neurologi yaitu epilepsi dan stroke, kelompok saluran pencernaan yaitu typhoid/enteritis dan gastritis, kelompok batu saluran kemih yaitu batu ginjal dan hipertrofi prostat, kelompok lain-lain yaitu usia lanjut, kelebihan berat badan yang mengolok dan kekurangan berat badan yang menyolok.Bagi calon haji dengan sakit risiko tinggi diberi pengobatan/dirujuk ke Dinas Kesehatan tingkat II/dokter ahli untuk dilakukan pengobatan seperlunya dan pembinaan kesehatan. Bagi calon jemaah yang menderita penyakit dengan risiko tinggi ditulis lengkap dalam buku kesehatan haji dan pada sampul buku kesehatan haji di stempel dengan stempel risiko tinggi (RT).

Buku Kesehatan Haji (buku hijau) harus diisi secara cermat dan sesuai dengan kondisi kesehatan calon haji yang memiliki. Apabila ada calon jemaah haji yang perlu membawa obat sendiri, dokter dapat mencatat obat tersebut (macam satuan dan jumlahnya) di buku kesehatan haji halaman akhir sebelum K3JH. Buku ini kemudian diserahkan kepada Ketua Kantor Departemen/Ketua Dinas Kesehatan tingkat II.

Standar Layak Mengikuti Ibadah Haji

Calon jemaah haji diputuskan layak mengikuti perjalanan ibadah haji setelah memperhatikan beberapa aspek yaitu status kesehatan (apakah mandiri, observasi, pengawasan atau tunda), peraturan kesehatan internasional (apakah menderita penyakit karantina: pes, kolera, demam kuning atau penyakit menular: TB Paru dengan BTA +, kusta tipe multibasiler), ketentuan keselamatan penerbangan (apakah menderita penyakit tertentu yang berisiko kematian akibat ketinggian, apakah sedang hamil kurang dari 12 minggu/32 minggu, telah melakukan imunisasi Meningitis Meningococcus dibuktikan dengan kartu International Certificate of Vaccination). CJH dinyatakan tidak memenuhi syarat apabila status kesehatan termasuk kategori tunda, mengidap salah satu atau lebih penyakit menular tertentu, dan tidak memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan.

Bila petugas puskesmas terpaksa melakukan penolakan calon haji karena penyakitnya hendaknya dilakukan kerjasama dengan oleh pihak Pemerintah Daerah/Departemen Agama dalam memberikan pengertian kepada calon jemaah haji bersangkutan. Hal ini penting karena hingga saat ini di pelabuhan embarkasi masih sering/terpaksa melakukan penolakan keberangkatan calon haji yang sebenarnya tidak perlu terjadi bila ada ketegasan di awal pemeriksaan tersebut. [primz]

Sumber:
1. Modul Latihan Petugas Pengelola Kesehatan Haji Departemen Kesehatan Direktorat Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman (DITJEN PPM dan PLP) tahun 1993. Edisi 3. Jakarta.
2. Imawati, D. Presentasi Optimalisasi Peran Petugas Pemeriksa Kesehatan dalam Melayani Calon Jemaah Haji DKI Jakarta tahun 2008. Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

Artikel yang berhubungan:
* Jejak Roda Sejarah Pelayanan Kesehatan Haji Indonesia

Simpan halaman ini dalam PDF?

Post artikel ini di tempat lain?Bookmark and Share

Seluruh artikel di myhealing.wordpress.com dapat Anda perbanyak dan digunakan untuk keperluan apapun, asal tetap mencantumkan sumber URL. Silakan berikan rating untuk artikel ini.

Copyright © 2007 – 2010 Stetoskop. All Rights Reserved.
About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: