Dapagliflozin, Kelas Baru Obat Diabetes Mellitus Tipe 2

Pemberian dapagliflozin bersama metformin menjadi pilihan terapi baru untuk pengobatan pasien dengan diabetes tipe 2 yang tidak mendapatkan kontrol glikemik dengan pemberian metformin saja.

Dapagliflozin adalah obat baru untuk pengobatan diabetes mellitus tipe 2 yang meningkatkan kontrol glikemik tanpa bergantung insulin dengan mengurangi reabsorpsi glukosa di ginjal. Fakta itu merupakan hasil studi fase 3 yang dipresentasikan di American Diabetes Association 70th Scientific Sessions dan dipublikasikan tanggal 26 Juni 2010 di Lancet.

Dapagliflozin yang merupakan inhibitor kotranspor glukosa 2-sodium selektif, bekerja dengan mencegah reabsorpsi glukosa di ginjal dan merangsang eksresi glukosa di urin. Hal itu mengurangi kadar glukosa darah yang tinggi tanpa mempengaruhi sistem tergantung insulin.

Komplikasi diabates dihubungkan dengan tingginya konsentrasi glukosa darah, sehingga menurunkan kadar glukosa darah adalah target logis untuk pengobatan diabetes. Obat ini adalah kelas baru pengobatan diabetes. Obat ini bekerja tidak tergantung pada insulin yaitu dengan menurunkan kadar glukosa dengan meningkatkan eliminasi glukosa di urin. Karena mekanismenya tidak tergantung insulin, obat ini cocok digunakan kapan saja dalam setiap proses penyakit, dan dapat dilakukan bersamaan dengan terapi lain yang telah ada.

Studi multisenter dilakukan dengan melibatkan 534 pasien dewasa dengan diabetes tipe 2 yang menerima sedikitnya 1500 mg metformin per hari tetapi masih memiliki kontrol glikemik yang buruk. Pastisipan secara acak diberi 1 dari 3 dosis dapagliflozin (2,5 mg, n=135; 5 mg, n=133; atau 10 mg, n=132) atau plasebo (n=134) oral sekali sehari, sebagai tambahan terhadap metformin yang telah diminum sebelum studi. Keluaran primer yang diukur adalah perubahan dari baseline hemoglobin A1c (NbA1c) selama 24 minggu.

Studi menemukan bahwa rata-rata HbA1c menurun sebesar -0,30% pada keompok plasebo dibandingkan dengan -0,67% pada kelompok dapagliflozin 2,5 mg, -7,0% pada kelompok dapagliflozin 5 mg, dan -0,84% pada kelompok dapagliflozin 10 mg. Frekuensi hipoglikemia dilaporkan sama pada kedua kelompok. Namuan gejala infeksi genital lebih sering pada kelompok dapagliflozin, terjadi pada 8% sampai 13% individu dibandingkan dengan 5% pada partisipan kelompok plasebo. Saat ditanya mengenai apakah infeksi ini menjadi masalah, Dr. Clifford J. Bailey, PhD, dari Aston University, Birmingham, United Kingdom, menjawab bahwa para pasien tidak menganggap hal tersebut sebagai masalah. Selain itu, tidak ada perubahan dalam ukuran fungsi ginjal pada kedua kelompok, dan efek samping serius terjadi pada 17 pasien (masing-masing 4 pada kelompok dapagliflozin dan 5 pada kelompok plasebo).

Studi ini juga menemukan bahwa individu yang menerima dapagliflozin kehilangan berat badan lebih banyak daripada mereka yang secara acak mendapatkan plasebo. Rata-rata penurunan berat badan 0,9 kg setiap orang pada kelompok plasebo dibandingkan dengan 2,2 kg pada kelompok dapagliflozin 2,5 mg, 3,0 kg pada kelompok 5 mg, dan 2,9 kg pada kelompok 10 mg.

Obat ini memiliki profil keamanan yang baik. Menurut Suer Kirkman, MD, dokter dari American Diabetes Association, Alexandria, Virginia, obat ini masih harus diwaspadai apabila digunakan dalam jangka panjang terutama efek pada ginjal maupun infeksi saluran kemih. Obat ini merupakan penemuan yang bagus dan dapat menjadi bagian dari pengobatan pasien diabetes mellitus. [primz]

Sumber:
1. Lowry F. 2010. New Class of Drug for Type 2 Diabetes Acts Independent of Insulin. Available from: http://www.medscape.com/viewarticle/724249?src=stfb

Artikel yang Berhubungan:
* Semua Obat Antiinflamasi Nonsteroidal Memiliki Risiko Kardiovaskular
* Efek Valsartan pada Hipertensi dan Mikroalbuminuria pada Pasien DM
* Patogenesis Neuropati pada Diabetes Mellitus
* Diagnosis dan Penatalaksanaan Gastroparesis Diabetik

Simpan halaman ini dalam PDF?

Post artikel ini di tempat lain?Bookmark and Share

Seluruh artikel di myhealing.wordpress.com dapat Anda perbanyak dan digunakan untuk keperluan apapun, asal tetap mencantumkan sumber URL. Silakan berikan rating untuk artikel ini.

Copyright © 2007 – 2011 Stetoskop. All Rights Reserved.

2 Responses to “Dapagliflozin, Kelas Baru Obat Diabetes Mellitus Tipe 2”

  1. Fitriana Says:

    saya mau tanya,Apa efek samping penggunaan obat dapaglifozin,dan apakah memang harus dikombinasi dengan obat diabetik lainnya,?dan adakah obat yg dapat mengontrol kadar gula dan menjaga berat badan ideal ???Tolong di jawab y…terimakasih sebelumnya

  2. naltrexone alcoholism Says:

    I simply wanted to post a brief word in order to say thanks to you for some of the awesome guides you are sharing on this website. My considerable internet investigation has at the end of the day been rewarded with awesome information to go over with my friends and classmates. I ‘d admit that we visitors are rather lucky to be in a great website with so many outstanding professionals with interesting tricks. I feel pretty fortunate to have discovered your web site and look forward to tons of more excellent times reading here. Thanks a lot once again for all the details.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: