Memanfaatkan Situs Jejaring Sosial

ejaring sosial adalah fenomena modern yang tidak bisa dilepaskan dari perkembangan dunia teknologi informasi yang cepat khususnya internet. Individu dari belahan dunia yang berlainan serta berbeda bangsa dan warna kulit, kini dapat saling mengenal dan berinteraksi satu dengan yang lain. Kemajuan yang pesat ini melahirkan banyak kemudahan yang sepatutnya kita syukuri.

Berawal dengan munculnya Friendster pada tahun 2002. Friendster menciptakan sebuah ruang di dunia maya yang bisa mempertemukan seorang individu dengan teman-temannya. Jejaring sosial ciptaan Jonathan Abrams ini langsung menyihir banyak orang Indonesia, terutama para remaja, untuk membuat keanggotaan di Friendster. Friendster cukup sukses menjadi ikon pergaulan remaja Indonesia saat itu. “Kalau ngga punya Friendster, ngga gaul pokoknya!”, begitu kata beberapa teman menjelaskan tentang alasannya bergabung di Friendster. Mereka mendapatkan kepuasan kala dapat menampilkan foto dan profil mereka, saling berkirim pesan, saling bertukar testimonial, dan menulis aktivitas keseharian melalui fasilitas blog yang disediakan Friendster.

Beberapa pengguna Friendster bahkan menjadi cukup produktif dalam menulis. Dengan fasilitas blog yang tersedia, mereka bebas berbagi cerita kepada teman-teman mereka melalui tulisan di blog Friendster. Bahkan, ada yang tulisan-tulisan blog-nya diterbitkan menjadi sebuah buku. Setelah Friendster tak lagi populer, para penulis ‘dadakan’ ini kemudian beralih ke situs Blogger atau WordPress. Boleh jadi, Friendster turut berjasa dalam mengembangkan komunitas blogger Indonesia hingga menjadi sebesar saat ini.

Kesuksesan Friendster kemudian diikuti oleh munculnya jejaring sosial lain seperti Hi5, Tagged, Plurk, Facebook, dan yang terbaru, Twitter. Namun, hanya dua nama disebut terakhir yang memiliki peminat paling banyak. Dari mulai office boy, karyawan, sampai Menteri Komunikasi dan Informatika tak mau ketinggalan facebook-an dan nge-twit. Hingga 1 Juli 2010, Indonesia menjadi negara ketiga pengguna Facebook terbanyak di dunia dengan jumlah pengguna 25.912.960 orang. Berdasarkan statistik tanggal 5 Juli 2010, Indonesia tercatat ada di urutan ketiga setelah Amerika Serikat dan Jepang, sebagai negara dengan jumlah pemilik akun Twitter terbanyak. Wow!

Dua sisi Jejaring Sosial
Seperti pedang bermata dua, jejaring sosial memiliki dua sisi, sisi positif dan sisi negatif. Sisi yang positif yaitu mempererat silaturahim antarkeluarga atau antarteman yang terpisah kota, pulau, maupun negara. Orang dapat bertegur sapa dan mengetahui kabar terbaru anggota keluarga atau teman mereka yang terpisah jauh melalui Facebook. Tak sedikit pengguna Facebook yang mengadakan acara reuni setelah bertemu teman-teman lamanya di Facebook, padahal mereka sudah berpuluh-puluh tahun tidak bertemu. Mereka bernostalgia dan saling merajut kenangan melalui foto mereka 20 tahun yang lalu, yang diunggah di Facebook. Inilah yang membuat Facebook digemari oleh anak-anak sampai nenek-nenek, dari tukang becak sampai presiden. Jejaring sosial telah mempertemukan begitu banyak orang dengan usia, tempat tinggal, dan latar belakang yang berbeda. Dan sejarah mencatat, dampak jejaring sosial yang sehat itu dimanfaatkan dengan baik oleh Barrack Obama untuk mendapatkan dukungan suara sebanyak-banyaknya melalui sebuah halaman khusus di Facebook dengan jargon mentereng-nya, “Change. We can believe in. Vote Obama for President.”

Tak hanya itu, para pengguna jejaring sosial pun menjadi sebuah kekuatan massa yang cukup diperhitungkan. Seperti saat para facebook-ers (sebutan untuk para pengguna Facebook) menyatakan dukungan pada Prita Mulyasari dalam kasus dugaan malapraktik Rumah Sakit Omni Internasional. Dukungan mereka yang disampaikan melalui Facebook sukses memberikan suntikan moril pada Prita dan turut berperan dalam menciptakan keadilan bagi masyarakat biasa yang menjadi korban ketidakadilan di negeri ini. Jejaring sosial yang sehat menjadi gambaran riil nilai-nilai positif yang ada di masyarakat suatu negara, khususnya di Indonesia.

Jejaring sosial juga mempunyai sisi negatif. Contohnya, pengguna jejaring sosial yang sudah terkena efek kecanduan. Setiap jam bahkan setiap menit, pengguna yang sudah terjerat efek ini merasakan dorongan yang kuat untuk membuka Facebook hanya untuk mengetahui apakah ada yang mengomentari tentang dirinya atau ada teman lama yang mengenalinya. Hal itu dapat mengurangi produktivitas kerja karena mengganggu konsentrasi karyawan dalam bekerja, terutama pada jam-jam kerja. Sehingga banyak perusahaan mengharamkan para karyawannya membuka Facebook di komputer kantor.

Selain itu, jejaring sosial juga menjadi media penyebaran konten-konten porno. Bahkan, ada facebook-er perempuan yang tak mau lagi mengunggah fotonya ke Facebook karena kaget tiba-tiba foto dirinya beredar di internet tanpa sehelai benang pun menutupi tubuhnya. Itulah sebagian contoh sisi tidak sehat dan ketidakamanan dari jejaring sosial.

Saya tak ingin berdebat tentang bagaimana jejaring sosial ini diatur seharusnya. Saya pun tak ingin berargumentasi tentang apa hukuman yang paling pantas untuk mereka yang menyalahgunakan jejaring sosial untuk melakukan perbuatan yang melanggar hukum dan norma. Saya hanya ingin memanfaatkan jejaring sosial itu dengan cara saya sendiri, untuk memberi nilai tambah sebanyak-banyaknya pada kehidupan saya pribadi. Telah diuraikan di atas, kisah yang menginspirasi bagaimana jejaring sosial yang aman dan sehat bisa memberikan banyak manfaat kepada penggunanya. Bila kita bisa menggunakan jejaring sosial ini dengan baik dan bijak, niscaya akan memberi berkah tersendiri bagi kita, teman sesama penguna jejaring sosial, dan kehidupan sosial kemasyarakatan secara umum. [primz]

Sumber:
1. Nick Burcher. 2010. Facebook usage statistics by country – July 2010 compared to July 2009 and July 2008 [citated July 15, 2010]. Available from: http://www.nickburcher.com/
2. Gambar diambil dari: http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2008/10/10/article-0-013FD5AB000004B0-748_468x286.jpg

Artikel yang Berhubungan:
* Teknologi Informasi Komunikasi Dokter-Pasien
* Osirix, Peranti Lunak Pencitraan Kedokteran

Simpan halaman ini dalam PDF?

Post artikel ini di tempat lain?Bookmark and Share

Seluruh artikel di myhealing.wordpress.com dapat Anda perbanyak dan digunakan untuk keperluan apapun, asal tetap mencantumkan sumber URL. Silakan berikan rating untuk artikel ini.

Copyright © 2007 – 2010 Stetoskop. All Rights Reserved.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: