Stem Sel Darah Menstruasi Berpotensi Mengobati Stroke dan Gangguan Sistem Syaraf Pusat

Cryo-Cell International, Inc mengumumkan hasil dari sebuah penelitian yang dipublikasikan bulan ini dalam ‘Stem Cell and Development’. Penelitian tersebut memperlihatkan bahwa stem sel yang ditemukan di darah menstruasi suatu saat akan menjadi sumber potensial untuk terapi stroke dan gangguan sistem syaraf pusat yang lain. Stem sel darah menstruasi, yang diberi sebutan MenSCs, mudah diperoleh, tidak kontroversial dan dapat diperbaharui berdasarkan beberapa penelitian sebelumnya mempunyai potensi untuk dapat mengobati pasien dengan stroke, osteoporosis, alzheimer, dan parkinson. Penelitian yang diberi judul, “Menstrual Blood Cells Display Stem Cell-Like Phenotypic Markers and Exert Neuroprotection Following Transplantation in Experimental Stroke,” ini dilakukan oleh para peneliti di Cryo-Cell International, The University of South Florida, Saneron-CCEL Therapeutics and the Medical College of Georgia.

Karena kerusakan sel setelah episode awal stroke terjadi dalam waktu yang singkat, strategi terapi stroke ditujukan untuk menyelamatkan secara cepat sel-sel syaraf itu sehingga dapat memperlambat progresivitas penyakit dan memperbesar kemungkinan mengembalikan fungsi syaraf. Dalam penelitian tersebut, para peneliti menemukan bahwa transplantasi MenSCs, baik langsung ke otak ataupun melalui perifer, secara signifikan mengurangi kelainan perilaku maupun histologis. Hal ini menunjukkan bahwa MenScs mempunyai efek perlindungan pada sel otak, menghambat apoptosis lebih lanjut dan kematian sel, dan berpotensi mengembalikan kerusakan syaraf yang dialami selama stroke.

“Data memperlihatkan bahwa terjadi pemulihan perilaku yang cepat pada awal periode setelah transplantasi meskipun bagaimana mekanisme sebenarnya dari manfaat MenSCs pada syaraf dari masih belum diketahui,” ujar kepala para peneliti Cesar V. Borlongan, Ph.D., Profesor dan Vice-Chair Neuroseurgery and Brain repair, University of South Florida Health. “Hal yang penting adalah bahwa tidak ada komplikasi atau efek negatif seperti terbentuknya tumor atau reaksi autoimun pada hewan yang ditransplantasi.”

Selama penelitian, para peneliti menganalisis sediaan darah menstruasi dan jaringan untuk mengidentifikasi MenSCs. Sampel diperoleh menggunakan mangkuk menstruasi dan ditransfer ke laboratorium pemrosesan dan cryopreservasi. Setelah menginduksi sebuah simulasi stroke pada tikus dewasa, para peneliti menginjeksi tikus dengan stem sel dari darah menstruasi dan mendapatkan bahwa tikus yang diberikan MenSCs memperlihatkan penurunan tingkat kematian secara signifikan. Penilaian perilaku koordinasi motorik dan fungsi neurologis kemudian dilakukan pada tikus 14 hari setelah transplantasi stroke dan memperlihatkan peningkatan keluaran pada baik gangguan motorik maupun neurologis.

Sumber: News-Medical. Net. Menstrual stem cells may help in treatment of stroke and central nervous system disorders [disitasi 7 Januari 2012]. Available from: http://www.news-medical.net/news/20100405/Menstrual-stem-cells-may-help-in-treatment-of-stroke-and-central-nervous-system-disorders.aspx

Simpan halaman ini dalam PDF?

Post artikel ini di tempat lain? Bookmark and Share

Seluruh artikel di myhealing.wordpress.com dapat Anda perbanyak dan digunakan untuk keperluan apapun, asal tetap mencantumkan sumber URL. Silakan berikan rating untuk artikel ini.

Copyright © 2007 – 2012 Stetoskop. All Rights Reserved.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: