Terapi Bedah Dini Mengurangi Angka Kematian Pasien Endokarditis Infektif

Meskipun telah dicapai kemajuan dalam hal terapi bedah dan medis, endokarditis infektif masih menjadi penyakit serius yang menyebabkan kematian dan morbiditas. Peran bedah pada terapi endokarditis infektif telah dipakai secara luas dan panduan terkini merekomendasikan terapi bedah untuk endokarditis infektif dan gagal jantung kongestif, Penelitian ini dibuat untuk membandingkan hasil keluaran bedah dini dengan terapi konvensional berdasarkan panduan terkini untuk pasien endokarditis infektif dengan risiko tinggi emboli.

Percobaan acak membandingkan bedah katup dini dengan terapi konvensional pada pasien dengan endokarditis infektif memperlihatkan bedah dini yang dilakukan dalam 48 jam setelah diagnosis mengurangi hasil akhir kematian dari berbagai sebab atau kejadian emboli dengan mengurangi secara efektif risiko embolisme sistemik. Bahkan, peningkatan pada keluaran klinis didapat tanpa pengingkatan kematian pada operasi atau rekurensi endokarditis infektif.

Embolisme sistemik yang terjadi pada hampir sepertiga pasien dengan endokarditis infektif dan melibatkan sistem syaraf pusat sampai 65% adalah penyebab umum kedua kematian pada populasi pasien, setelah gagal jantung kongestif. Para peneliti berhipotesis bahwa manfaat bedah lebih tinggi bila dilakukan dalam 48 jam setelah pengacakan karena risiko embolisme dilaporkan tinggi dalam minggu pertama setelah diagnosis. Tingkat emboli pada kelompok terapi konvensional sama yang dilaporkan pada penelitan lain dan tingkat emboli pada kelompok bedah dini berkurang dibandingkan dengan terapi konvensional. Para peneliti merekomendasikan bahwa bedah dini adalah pilihan terapi berharga untuk mencegah emboli.

Para peneliti menemukan bahwa tingkat kematian di rumah sakit dan 6 bulan pada kedua kolompok lebih rendah daripada yang dilaporkan sebelumnya, Mungkin ada beberapa penjelasan untuk rendahnya tingkat kematian pada penelitian ini. Pertama, proporsi pasien dengan faktor prognostik rendah seperti gagal jantung kongestif sedang sampai berat, gangguan mental, dan infeksi staphylococcus lebih rendah dari penelitian sebelumnya. Kedua, tingkat kematian dalam 30 hari setelah bedah sangat rendah dan lebih dari 80% pasien melakukan bedah katup selama masa awal perawatan di rumah sakit. Pendekatan bedah agresif dihubungkan dengan rendahnya tingkat kematian, tetapi penelitian tidak didesain untuk meneliti hal ini. Ketiga, kultur darah dan ekokardiografi adalah dilakukan dalam 24 jam setelah masuk rumah sakit pada semua pasien dengan endokarditis infektif.

Kesimpulan penelitian ini, terapi bedah dini dibandingkan dengan terapi konvensional secara signifikan mengurangi hasil akhir kematian oleh berbagai sebab atau kejadian emboli dengan mengurangi risiko embolisme sistemik secara efektif diantara pasien dengan endokarditis infektif dan vegetasi yang luas.

Sumber:
1. Kang DH, Kim YJ, et al. Early surgery versus conventional treatment for infective endocarditis. N Engl J Med 2012; 366:2466-2473. http://www.nejm.org/
2. Gambar diambil dari: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/8f/Endocarditis_ultrasound.gif/300px-Endocarditis_ultrasound.gif

Simpan halaman ini dalam PDF?

Post artikel ini di tempat lain? Bookmark and Share

Seluruh artikel di myhealing.wordpress.com dapat Anda perbanyak dan digunakan untuk keperluan apapun, asal tetap mencantumkan sumber URL. Silakan berikan rating untuk artikel ini.

Copyright © 2007 – 2013 Stetoskop. All Rights Reserved.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: