Apixaban Oral untuk Terapi Tromboemboli Vena Akut

Tromboemboli vena, dengan insiden tahunan 1 hingga 2 kasus per 1000 orang pada populasi umum, adalah penyebab ketiga terbanyak kematian vascular setelah infark miokard dan stroke. Terapi konvensional teridir dari antikoagulan parenteral, seperti enoxaparin, paling sedikit 5 hari dan warfarin mulai dalam waktu tersebut dan dilanjutkan paling sedikit 3 bulan. Meskipun efektif, agen ini masih memberikan tantangan karena enoxaparin membutuhkan injeksi subkutan setiap hari dan warfarin membutuhkan monitoring koagulasi dan penyesuaian dosis.

Apixaban adalah penghambat faktor Xa oral dengan onset aksi cepat dan farmakokinetik yang dapat diprediksi sehingga dapat diberikan dalam dosis tetap. Dengan karakteristik ini, apixaban akan menyederhanakan pengobatan tromboemboli vena dengan menghilangkan kebutuhan untuk terapi antikoagulan parenteral inisial dan monitoring laboratorium, sebuah konsep yang didukung oleh penelitian terbaru. Apixaban telah memperlihatkan efektivitas untuk pencegahan rekurensi tromboemboli vena, dengan tingkat perdarahan mayor yang sama dengan plasebo. Dalam percobaan AMPLIFY, peneliti membandingkan apixaban dengan terapi antikoagulan konvensional pada pasien dengan tromboemboli vena akut simtomatik.

Metode
Pada pengacakan, penelitian tersamar ganda, dibandingkan apixaban (dosis 10 mg dua kali sehari selama 7 hari, diikuti oleh 5 mg dua kali sehari selama 6 minggu) dengan terapi konvensional (enoxaparin subkutan, dilanjutkan dengan warfarin) pada 5395 pasien dengan tromboemboli vena akut. Keluaran efektivitas primer adalah tromboemboli vena simtomatik atau kematian berhubungan dengan tromboemboli vena. Keluaran keamanan adalah perdarahan mayor saja dan perdarahan mayor ditambah perdarahan nonmayor yang bermakna secara klinis.

Hasil
Keluaran efektivitas primer terjadi pada 59 dari 2609 pasien 92,3%) pada kelompok apixaban, dibandingkan dengan 71 dari 2635 (2,7%) pada kelompok terapi konvensional (risiko relatif 0,84; 95% confident interval (CI) 0,60 sampai 1,18; perbedaan risiko (apixaban tanpa terapi konvensional), -0,4 poin persentase;95% CI, -1,3 sampai 0,4). Apixaban noninferior terhadap terapi konvensional (P<0,001) untuk batas atas yang ditetapkan 95% CI, baik pada risiko relatif keduanya (<1,80), maupun perbedaan risiko (<3,5 poin persentase). Perdarahan mayor terjadi pada 0.6% pasien yang menerima apixaban dan pada 1,8% pasien yang menerima terapi konvensional (risiko relatif 0,31; 95% CI, 0,17 sampai 0.55; p<0.001 untuk superioritas). Keluaran gabungan perdarahan mayor dan perdarahan nonmayor yang bermakna secara klinis terjadi pada 4,3% pasien kelompok apixaban, dibandingkan dengan 9,7% kelompok terapi konvensional (risiko relatif 0,44; 95% CI, 0,36 sampai 0,55; P<0,001). Tingkat efek samping lain sama pada kedua kelompok.

Diskusi
Untuk terapi tromboemboli vena akut, penelitian AMPLIFY memperlihatkan bahwa dosis tetap apixaban oral efektif sebagai terapi konvensional yang terdiri dari enoxaparin dilanjutkan dengan warfarin dan dihubungkan dengan pengurangan perdarahan mayor sebesar 69% yang bermakna secara klinis.

Penemuan ini menambahkan bukti bahwa antikoagulan oral baru merupakan alternatif yang praktis dibandingkan terapi konvensional pada pasien dengan tromboemboli akut dan menimbulkan beberapa pertanyaan klinis. Sebuah pertanyaan menyoroti efektivitas agen ini terhadap pasien dengan emboli pulmoner atau dengan tromboemboli vena ekstensif. Efektivitas apixaban pada pasien dengan trombosis vena sama dengan pada pasien dengan trombosis vena dalam dan efek relatif terjaga pada sekitar 40% pasien yang datang dengan penyakit yang ekstensif. Pertanyaan kedua menyoroti efektivitas dan keamanan dari agen baru relatif terhadap terapi warfarin yang terkontrol baik. Bahkan pada pusat penelitian dengan waktu rata-rata rentang pengobatan dengan warfarin lebih dari 68%, efektivitas dan pengurangan dalam hal perdarahan mayor konsisten dengan seluruh hasil yang ditemukan.

Beberapa aspek penelitian menguatkan validitas penelitian ini. Efektivitas dan keamanan apixaban konsisten di jangkauan luas dari subkelompok, termasuk mereka dengan gambaran klinis yang penting seperti umur lebih dari 75 tahun, berat badan lebih dari 100 kg, penggunaan antikoagulan parenteral sebelum pengacakan, dan lamanya terapi. Pengurangan perdarahan mayor paralel dengan pengurangan perdarahan nonmayor yang relevan secara klinis, yang memberikan bukti lanjut mengenai keamanan apixaban ini.

Apixaban dosis tetap tidak lebih inferior daripada terapi konvensional untuk terapu tromboemboli vena dan telah dihubungkan dengan perdarahan yang lebih kecil. Hasil penelitian ini bersama dengan penelitian apixaban untuk terapi terbatas trombosis vena dalam dan emboli pulmoner, apixaban menjadi agen yang aman, efektif, dan praktis untuk terapi awal dan jangka panjang tromboemboli vena.

Sumber:
1. Agnelli G, et al. Oral apixaban for the treatment of acute venous
thromboembolism [citated August 29, 2013]. NEnglJMed2013;369:799-808. Available from: http://nejm.org
2. Gambar diambil dari: http://withfriendship.com/images/c/11056/after-acute-thrombosis.jpg

Simpan halaman ini dalam PDF?

Post artikel ini di tempat lain? Bookmark and Share

Seluruh artikel di myhealing.wordpress.com dapat Anda perbanyak dan digunakan untuk keperluan apapun, asal tetap mencantumkan sumber URL. Silakan berikan rating untuk artikel ini.

Copyright © 2007 – 2013 Stetoskop. All Rights Reserved.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: