Mengontrol Asma Ketika Dalam Perjalanan

Kontrol asma yang baik saat dalam perjalanan membutuhkan perencanaan dari sisi pasien, dan dukungan serta panduan oleh dokter, namun hasil berupa perjalanan bisnis atau liburan yang menyenangkan dan terbebas dari serangan asma seharga dengan usaha yang dilakukan.

Pertama, dokter sebaiknya mempertimbangkan bagaimana asma pasien saat ini. Jika asma tidak terkontrol saat ini – sebagai contoh, jika pasien membutuhkan inhaler darurat lebih dari 2 per minggu – kemudian langkah inisial adalah mengontrol asma pasien melalui peningkatan penggunaan obat-obatan pengontrol, mengurangi pajanan terhadap pemicu asma dari lingkungan, dan manajemen diri yang lebih baik. Kunjungan sebaiknya direncanakan sebelum melakukan perjalanan untuk memastikan kemungkinan kontrol terbaik.

Read Article »

Posted in Imunology. Tags: , . 1 Comment »

Proses Pembuatan Vaksin

Pengembangan vaksin untuk melindungi manusia dari penyakit virus adalah salah satu keunggulan dari pengobatan modern. Vaksin pertama diproduksi oleh Edward Jenner pada tahun 1796 untuk memberikan perlindungan terhadap penyakit cacar. Jenner menyadari bahwa pemerah susu yang telah tertular cacar sapi, sebuah infeksi yang relatif tidak berbahaya, menjadi tahan terhadap penyakit cacar, sebuah penyakit manusia yang sering menjadi epidemi dengan angka kematian yang sangat tinggi.

Read Article »

Terapi Imun untuk Sepsis

Sepsis adalah suatu kondisi yang merupakan respon host terhadap radang sistemik yang disebabkan oleh infeksi. Pada keadaan sepsis ini sistem imun bereaksi terhadap mikroorganisme patogen atau komponennya dan menyebabkan proses radang kompleks. Saat ini penelitian mengenai terapi untuk sepsis berkembang pesat sehingga memberi harapan terhadap penanganan yang lebih baik.

Sejalan dengan teridentifikasinya mediator yang memainkan peran pada patogenesis sepsis, berbagai clinical trial dapat dikaitkan dan dikembangkan. Salah satunya mengenai anti-mediator dan anti-endotoxin (targetnya ke TNF, sitokin, IL-1beta, PAF, tromboxane A2, cyclooxigenase, bradikinin, endotoxin, dan NO). Akan tetapi, tidak ada satupun agen tunggal yang terbukti bermanfaat untuk menurunkan tingkat kematian. Beberapa terapi terbaru untuk sepsis seperti terapi imunomodulatory, strategi perfusi darah anti-endotoxin baru, penghambatan apoptosis, grup protein B-1 mobilitas tinggi (HMGB-1) dan Poly (ADP) Ribose Polymerase/synthetase (PARP/PARS) sedang dikembangkan.

Read Article »