Profilaksis Malaria untuk Wisatawan Mancanegara

malaria

Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit protozoa dari genus plasmodium yang menginfeksi sel darah merah penderita. Parasit tersebut masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk anopheles betina. Spesies plasmodium yang menginfeksi manusia yaitu Plasmodium falcifarum, Plasmodium vivax, Plasmodium ovale, dan Plasmodium malariae.
Dilihat dari gejalanya, malaria ditandai dengan demam akut yang muncul setelah terinfeksi parasit malaria selama 7 hari atau lebih. Gejala malaria yang paling hebat adalah yang disebabkan oleh P. falcicarum. Manifestasi kliniknya berupa demam, sakit kepala, menggigil, sakit otot dan lemah, muntah, batuk, diare, dan nyeri abdomen. Gejala lain berupa kegagalan fungsi organ seperti gagal ginjal akut, kejang, kolaps pembuluh darah yang diikuti koma dan kematian. Di daerah endemik diperkirakan bahwa 1% pasien dengan infeksi P. falcifarum meninggal karena penyakit ini.

Read Article »

Pedoman Penatalaksanaan Taeniasis dan Sistiserkosis

Cacing TaeniaTaeniasis adalah penyakit yang disebabkan oleh cacing pita yang tergolong dalam genus taenia pada manusia. Cacing pita yang dikenal sampai saat ini yaitu Taenia saginata, Taenia solium, dan Taenia asiatica. Infeksi oleh bentuk larva Taenia solium (sistiserkus selulosa) pada manusia disebut sistiserkosis. Sedangkan istilah neurosistiserkosis digunakan untuk infeksi oleh larva yang mengenai sistem saraf pusat.

Manusia merupakan hospes definitif dari Taenia sp. Pada Taenia solium dan Taenia asiatica manusia juga berperan sebagai hospes perantara. Selain manusia, hospes perantara untuk Taenia solium adalah babi, sedangkan hospes perantara Taenia saginata adalah sapi.

Seseorang dapat terinfeksi taeniasis melalui daging sapi atau babi yang mengandung larva. Sedangkan penularan sistiserkosis terjadi melalui makanan atau minuman yang tercemar oleh telur Taenia solium atau Taenia asiatica. Penularan juga dapat terjadi secara autoinfeksi. Misalnya langsung melalui ano-oral akibat kurangnya kebersihan tangan penderita taeniasis solium atau melalui autoinfeksi internal akibat adanya gerakan antiperistaltik dari usus maupun pemakaian obat taeniasidal.

Pengobatan Taeniasis

Penderita taeniasis diobati secara massal dengan prazikuantel dosis tunggal 100 mg/kg berat badan (BB). Satu hari sebelum pemberian obat cacing penderita dianjurkan untuk memakan makanan yang lunak tanpa minyak dan serat. Pada malam harinya setelah makan malam penderita harus menjalani puasa. Pemberian obat diberikan keesokan harinya dalam keadaan perut pasien masih kosong. Dua jam setelah pemberian obat, penderita diberi garam Inggris (MgSO4) yang telah dilarutkan dalam sirup. Dosisnya 30 gram untuk dewasa dan 15 gram atau 7,5 gram untuk anak-anak. Selama itu penderita tidak boleh makan sampai buang air besar yang pertama. Setelah buang air besar penderita diberi makan bubur.

Read Article »