Membuat Insulin Manusia dengan Teknik DNA Rekombinan

Para peneliti membuat insulin manusia rekombinan dengan struktur yang identik dengan insulin manusia menggunakan vektor bakteri E. coli yang telah dilemahkan.

Bakteri Gram negatif, Escherrichia coli, penghuni alami saluran pencernaan manusia

Sejak Banting dan Best menemukan hormon insulin pada tahun 1921, pasien diabetes mellitus yang mengalami peningkatan kadar gula darah disebabkan gangguan produksi insulin, telah diterapi dengan menggunakan insulin yang berasal dari kelenjar pankreas hewan.

Meskipun insulin sapi dan babi mirip dengan insulin manusia, namun komposisinya sedikit berbeda. Akibatnya, sejumlah sistem kekebalan tubuh pasien menghasilkan antibodi terhadap insulin babi dan sapi yang berusaha menetralkan dan mengakibatkan respon inflamasi pada tempat injeksi. Selain itu efek samping dari insulin sapi dan babi ini adalah kekhawatiran adanya komplikasi jangka panjang dari injeksi zat asing yang rutin.

Read Article »

Dapagliflozin, Kelas Baru Obat Diabetes Mellitus Tipe 2

Pemberian dapagliflozin bersama metformin menjadi pilihan terapi baru untuk pengobatan pasien dengan diabetes tipe 2 yang tidak mendapatkan kontrol glikemik dengan pemberian metformin saja.

Dapagliflozin adalah obat baru untuk pengobatan diabetes mellitus tipe 2 yang meningkatkan kontrol glikemik tanpa bergantung insulin dengan mengurangi reabsorpsi glukosa di ginjal. Fakta itu merupakan hasil studi fase 3 yang dipresentasikan di American Diabetes Association 70th Scientific Sessions dan dipublikasikan tanggal 26 Juni 2010 di Lancet.

Dapagliflozin yang merupakan inhibitor kotranspor glukosa 2-sodium selektif, bekerja dengan mencegah reabsorpsi glukosa di ginjal dan merangsang eksresi glukosa di urin. Hal itu mengurangi kadar glukosa darah yang tinggi tanpa mempengaruhi sistem tergantung insulin.

Read Article »

Patogenesis Neuropati pada Diabetes Mellitus

Pasien diabetes sering mengalami kerusakan saraf di seluruh tubuhnya. Gangguan saraf dapat terjadi pada berbagai sistem organ, seperti saluran cerna, jantung dan organ reproduksi. Bagaimanakah para ilmuwan menerangkan proses terjadinya neuropati pada pasien diabetes mellitus?

diabetic-neuropathySelama lebih dari 20 tahun, ada tiga teori utama untuk menjelaskan neuropati diabetik, yaitu teori polyol pathway, teori mikrovaskuler, dan teori produk akhir glikosilasi. Namun ternyata tidak hanya teori itu saja. Terlalu sederhana untuk menjelaskan berbagai gambaran klinis dan penemuan patologis dari neuropati diabetik dengan hanya satu, dua, atau tiga teori.

Teori Polyol Pathway
Ambilan glukosa di saraf perifer tidak hanya bergantung pada insulin. Oleh karena itu, kadar gula darah yang tinggi pada pasien diabetes menyebabkan konsentrasi glukosa yang tinggi di saraf. Hal itu kemudian menyebabkan konversi glukosa menjadi sorbitol melalui jalur polyol melalui reaksi beruntun dikatalisasi oleh aldose reductase. Kadar fruktose saraf juga meningkat. Fruktose dan sorbitol saraf yang berlebihan menurunkan ekspresi dari kotransporter sodium/myoinositol sehingga menurunkan kadar myoinositol. Hal ini menyebabkan penurunan kadar phosphoinositide, bersama-sama dengan aktivasi pompa Na dan penurunan aktivitas Na/K ATPase. Aktivasi aldose reductase mendeplesi kofaktornya, NADPH, yang menghasilkan penurunan kadar nitric oxide dan glutathione, yang berperan dalam melawan perusakan oksidatif. Kurangnya nitric oxide juga menghambat relaksasi vaskuler yang dapat menyebabkan iskemia kronik.

Read Article »