Implan Gigi Sel Punca Tumbuhkan Gigi Baru dalam Mulut

Dr. Jeremy Mao telah menemukan sebuah teknik peletakkan sel punca ke dalam sebuah rangka yang akan membantu proses regenerasi gigi baru.

Rangka tiga dimensi tempat pertumbuhan sel punca

Hilangnya gigi adalah suatu bentuk deformitas minor dan sebuah penyebab nyeri yang mayor. Meskipun implan gigi sudah tersedia, proses penyembuhan dapat menghabiskan waktu beberapa bulan sampai sembuh. Dan implan yang gagal bersatu dengan tulang rahang yang tumbuh terus menerus cenderung untuk lepas.

Berdasarkan sebuah penelitian yang dipublikasikan di Journal of Dental Research, teknik regenerasi jaringan baru akan memudahkan orang untuk menumbuhkan kembali set baru lapisan putih mutiara.

Read Article »

Advertisements

Bank Darah Tali Pusat Indonesia Telah Resmi Dibuka!


Setelah sekian lama dinanti, akhirnya Indonesia memiliki bank darah tali pusat sendiri. Kehadiran bank darah tali pusat di Indonesia memenuhi harapan banyak kalangan yang peduli akan masa depan kesehatan anak-anak mereka.

Read article »

Kultur Stem Sel pada Lensa Kontak

Tim peneliti University of New South Wales telah melakukan terobosan pertama kali di dunia dengan menggunakan kultur stem sel pada lensa kontak, guna memperbaiki visus pasien yang buta akibat penyakit kornea. Penglihatan pasien-pasien tersebut membaik secara bermakna dalam beberapa minggu setelah tindakan.

kontak lensa stem sel

Dr. Nick Di Girolamo yang memimpin studi ini menuai stem sel dari mata pasien sendiri, guna memperbaiki kornea matanya. Stem sel tersebut dikultur pada lensa kontak terapeutik biasa, dan selama 10 hari ditempatkan pada kornea yang mengalami kerusakan. Selama periode waktu tersebut, stem sel mampu menghasilkan rekolonisasi permukaan mata yang mengalami kerusakan.

Para peneliti menyatakan bahwa meskipun metode ini dilakukan untuk memperbaiki kerusakan kornea, tetapi diharapkan dapat mengobati berbagai jenis kebutaan akibat kelainan mata, dan dapat diterapkan pada organ-organ lain.

Studi ini dilakukan pada 3 pasien, dimana 2 pasien diantaranya menderita kerusakan kornea ekstensif akibat operasi multipel untuk mengangkat melanoma okuler dan 1 pasien menderita kelainan mata genetik yaitu aniridia. Penyebab lain kerusakan kornea dapat berupa luka bakar akibat zat kimia atau panas, infeksi bakteri, dan kemoterapi.

Read Article »

Bank Plasenta : Menabung Stem Sel untuk Masa Depan

Kebahagiaan orang tua saat melahirkan anak sungguh sangat tak terkira. Namun mereka takkan pernah tahu, bilakah kelak sang bayi menderita penyakit keganasan atau tidak. Kebahagiaan akan tetap bersemi dan merekah bila mereka sempat menyimpan tali pusat si kecil. Tali pusat itu mungkin tinggal satu-satunya harapan kala sel kanker telah bersemayam dan menggerogoti setiap inci tubuh sang buah hati.

penyimpanan cryo

Dulu maupun sekarang, pepatah menabung untuk bekal di hari tua sepertinya tidak akan pudar dimakan waktu. Namun, sekarang yang bisa disimpan di bank bukan hanya uang tapi juga stem sel. Seperti kita tahu, darah tali pusat bayi mengandung stem sel hematopoietik, sel progenitor yang dapat membentuk sel darah merah, sel darah putih dan platelet. Sejak keberhasilan pengobatan Anemia Fanconi tahun 1988, tali pusat telah dikenal sebagai sumber stem sel yang dapat digunakan untuk terapi stem sel.

Read Article »

Terapi Stem Sel :Harapan Baru yang (masih) Kontroversial

Setiap penyakit pasti ada obatnya. Kata-kata itulah mungkin yang selalu terngiang-ngiang di kepala para peneliti di dunia kedokteran sehingga mereka tidak pernah berputus asa mencari terapi terbaik demi kesembuhan pasien. Salah satu teknologi kedokteran yang saat ini sedang dikembangkan yaitu stem sel. Pengembangan stem sel memberi harapan bagi penyembuhan berbagai penyakit yang belum ada obatnya sampai saat ini. Walaupun masih berbenturan dengan permasalahan etika.

Apa itu Stem Sel

blastocyst

Read Article »