Gangguan Tidur dan Gangguan Stress Pascatrauma (PTSD)

Posttraumatic stress disorder (PTSD) adalah suatu kondisi kejiwaan kronis yang berhubungan dengan paparan peristiwa traumatis. Gambaran umum penyakit yang ditandai oleh rasa takut, rasa putus asa, dan gangguan sosial. Tiga kelompok gejala tambahan harus hadir untuk memastikan diagnosis: (1) gambaran mental berulang-ulang citra mengalami peristiwa traumatis, (2) pola perilaku penghindaran, dan (3) hypervigilance/siaga berlebih.

Diperkirakan bahwa antara 2% dan 12% dari populasi akan mengalami PTSD sepanjang perjalanan hidup mereka. Hal ini secara signifikan lebih umum pada orang dengan pengalaman perang, dan prevalensi PTSD mungkin mendekati 25% pada orang yang kembali dari perang.

Read Article »

Advertisements

Hypersomnia VS Insomnia

Gue punya temen namanya Andri. Badannya gede dan doyan banget tidur. Baru beberapa menit duduk dengerin guru ngajar, udah tidur dengan pulasnya. Anehnya, dia selalu merasa badannya lesu karena kurang tidur. Temen gue yang lain namanya Sasa. Dia mengaku sering terbangun di tengah malam dan ngga bisa tidur lagi. Matanya susah sekali terpejam.

Tidur bagi manusia adalah hal yang sangat penting karena tidur mengendalikan irama kehidupan kita sehari-hari. Jika kita kurang tidur atau mengalami gangguan tidur, maka hari-hari kita akan menjadi lambat dan kurang bergairah. Sebaliknya bila tidur kita cukup dan berkualitas akan membantu kita memiliki energi dan gairah dalam menjalani aktifitas sehari-hari.

Apakah kamu pernah punya pengalaman yang serupa dengan tokoh ‘gue’ di atas? Jawabannya bisa iya, bisa tidak. Namun yang pasti, kelainan tidur adalah masalah yang sering kita temui sehari-hari.

Read Article »