Stetoskop

Menyimak Keajaiban Tubuh Manusia

Nobel Kedokteran 2009 : Misteri Telomer Terpecahkan

Posted by prima almazini on 8 November 2009

Elizabeth H. Backburn, Carol W Greider, dan Jack W Szostak berhasil meraih penghargaan Nobel Kedokteran 2009 berkat sebuah penemuan yang berjudul “Bagaimana Kromosom Dilindungi oleh Telomer dan Enzim Telomerase”.

nobel kedokteran

Kromosom mengandung genom pada molekul DNA-nya. Pada awal tahun 1930-an, Hermann Muller (peraih hadiah Nobel tahun 1946) dan Barbara McClintock (peraih Nobel tahun 1983) telah meneliti bahwa struktur pada akhir kromosom, yang disebut telomer, diperkirakan mencegah kromosom untuk melekat satu sama lain. Mereka menduga bahwa telomer memiliki peran protektif, tetapi bagaimana cara kerjanya masih tanda tanya.

Saat peneliti mulai memahami bagaimana gen di-copy, pada tahun 1950-an, masalah lain muncul. Ketika sebuah sel membelah, molekul DNA, yang mengandung empat basa yang membentuk kode genetik, di-copy, basa demi basa, oleh enzim polymerase. Namun, pada satu dari dua ujung DNA, permasalahan timbul yaitu pada bagian paling akhir dari ujung DNA tidak dapat di-copy. Oleh karena itu, kromosom akan memendek setiap kali sel terbelah. Kedua masalah ini dapat dipecahkan saat penerima Nobel tahun ini menemukan apa fungsi telomer dan menemukan enzim yang meng-copy-nya.

Read the rest of this entry »

Posted in Biologi Molekuler | Leave a Comment »

Satu dari Sedikit

Posted by prima almazini on 29 October 2009

Di tengah maraknya kekerasan pada anak, banyak dokter yang menaruh empati. Tetapi hanya sedikit saja yang berperan aktif dalam upaya pencegahan secara nasional. Satu diantaranya terdengar nama Dr. Indra Sugiarno, Sp.A dalam memperjuangkan hak-hak anak.

Dr. Indra”Stop Kekerasan pada Anak”. Demikianlah kalimat yang tertera di spanduk jalanan. Spanduk yang dapat ditemui di beberapa jalan kota-kota besar. Dan bila kita memperhatikan maka juga terpampang nama organisasi yang memiliki gagasan tersebut. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Memang tak heran IDAI ikut memperhatikan masalah anak. Termasuk kekerasan pada anak. Akan tetapi dibalik organisasi tersebut tentu terdapat tokoh yang berperan. Ketua Satuan Tugas (satgas) Perlindungan dan Kesejahteraan Anaklah yang disebut-sebut. Tak lain adalah Dr. Indra Sugiarno, Sp.A.

Indra, begitu ia biasa disapa, selain menjadi aktivis yang memperjuangkan hak-hak anak, ia juga aktif sebagai pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Ia juga yang ikut mempelopori modul pengenalan kekerasan pada anak untuk diajarkan bagi calon dokter umum.

Perenungan dokter kelahiran Indramayu, 6 Maret 1960, ini tentang kekerasan pada anak adalah berawal dari kebiasaan berkunjung ke Departemen Forensik. Hal ini dilakukannya ketika masih menjalani pendidikan dokter spesialisasi anak. Dari perbincangannya dengan dokter-dokter forensik, ia mendapatkan pencerahan. Ia menjadi tertarik untuk menekuni masalah kekerasan pada anak. Kemudian Indra melanjutkan perenungannya menjadi suatu langkah nyata. Setelah menjadi dokter spesialis anak, ia bergabung dengan Departemen Forensik.

Read the rest of this entry »

Posted in Pediatrik | Leave a Comment »

RV 144: Vaksin HIV Pertama di Dunia

Posted by prima almazini on 1 October 2009

Pada hari Kamis 24 September 2009, Thailand resmi mengumumkan kesuksesannya dalam meneliti vaksin HIV. Vaksin baru itu diberi nama RV 144.

vaksin HIV

Pada tahun 2007, dua juta orang meninggal karena AIDS. United Nations agency UNAIDS memperkirakan, setiap hari 7.000 orang baru di seluruh dunia terinfeksi HIV.

Pada tahun 2004, banyak orang skeptis terhadap percobaan vaksin HIV terutama setelah 22 peneliti AIDS mempublikasikan sebuah editorial di majalah Science yang mengatakan bahwa penelitian vaksin AIDS hanya membuang-buang uang. Pada tahun 2007, dua percobaan dari vaksin Merck pada sekitar 4000 orang telah dihentikan sejak awal, vaksin tersebut tidak hanya gagal bekerja tetapi pada beberapa laki-laki malah meningkatkan risiko infeksi.

Dr. Anthony S. Fauci, direktur The National Institute of Allergy and Infectious Disease, mengatakan “Selama lebih dari 20 tahun terakhir, percobaan vaksin telah gagal, sekarang seperti kami telah meraba sebuah pola dalam gelap, dan pintu telah terbuka. Kita dapat mulai menanyakan beberapa pertanyaan yang sangat penting.”

Para peneliti menyatakan bahwa vaksin baru HIV dipelajari untuk menjawab dua pertanyaan fundamental, yaitu mengapa penyakit AIDS hanya mengenai beberapa orang dan tidak yang lain, dan mengapa mereka yang terinfeksi setelah mendapat vaksinasi tidak mendapat manfaat apapun.

Read the rest of this entry »

Posted in HIV-AIDS | Leave a Comment »

Kultur Stem Sel pada Lensa Kontak

Posted by prima almazini on 1 September 2009

Tim peneliti University of New South Wales telah melakukan terobosan pertama kali di dunia dengan menggunakan kultur stem sel pada lensa kontak, guna memperbaiki visus pasien yang buta akibat penyakit kornea. Penglihatan pasien-pasien tersebut membaik secara bermakna dalam beberapa minggu setelah tindakan.

kontak lensa stem sel

Dr. Nick Di Girolamo yang memimpin studi ini menuai stem sel dari mata pasien sendiri, guna memperbaiki kornea matanya. Stem sel tersebut dikultur pada lensa kontak terapeutik biasa, dan selama 10 hari ditempatkan pada kornea yang mengalami kerusakan. Selama periode waktu tersebut, stem sel mampu menghasilkan rekolonisasi permukaan mata yang mengalami kerusakan.

Para peneliti menyatakan bahwa meskipun metode ini dilakukan untuk memperbaiki kerusakan kornea, tetapi diharapkan dapat mengobati berbagai jenis kebutaan akibat kelainan mata, dan dapat diterapkan pada organ-organ lain.

Studi ini dilakukan pada 3 pasien, dimana 2 pasien diantaranya menderita kerusakan kornea ekstensif akibat operasi multipel untuk mengangkat melanoma okuler dan 1 pasien menderita kelainan mata genetik yaitu aniridia. Penyebab lain kerusakan kornea dapat berupa luka bakar akibat zat kimia atau panas, infeksi bakteri, dan kemoterapi.

Read the rest of this entry »

Posted in Stem Cell | 2 Comments »

Tips dan Trik: Bila Menjadi Tim Medis Aksi

Posted by prima almazini on 20 August 2009

Dalam setiap aksi massal atau acara yang mengumpulkan banyak massa, panitia selalu membentuk tim medis aksi untuk menangani dengan cepat berbagai kegawatdaruratan yang terjadi di lapangan. Sebagai tim medis aksi, apa saja yang harus diperhatikan?

Tim Medis Aksi

Read the rest of this entry »

Posted in Tips dan Trik | 1 Comment »

Mencegah Infeksi Fokal pada Gigi

Posted by prima almazini on 1 August 2009

Gigi merupakan satu-satunya permukaan tubuh yang tidak memiliki pelindung. Pada setiap miligram plak gigi terdapat lebih dari 10 pangkat 11 bakteri. Bagaimanakah cara mencegah infeksi pada gigi?

infected tooth

Faktor-faktor yang mempengaruhi infeksi fokal pada gigi ada dua yaitu faktor pejamu dan agen. Faktor agen meliputi jenis bakteri dan virulensinya. Jenis bakteri tertentu hanya menimbulkan infeksi lokal dan jenis bakteri lain dapat menyebar secara cepat dan difus melalui jaringan. Infeksi endodontal dan periodontal dihubungkan dengan mikroflora kompleks yang berjumlah hampir 200 spesies (pada periodontitis apikal) dan lebih dari 500 spesies (pada periodontitis marginal). Infeksi ini sebagian besar anaerobik dengan kokus gram negatif yang paling sering ditemukan. Kedekatan anatomi mikroflora ini dengan pembuluh darah memfasilitasi bakteremia dan penyebaran sistemik dari kompleks imun, komponen, dan produk bakteri.

Faktor pejamu meliputi pertahanan tubuh terhadap penetrasi bakteri dari plak gigi ke jaringan yaitu penghalang fisik yang dibentuk oleh epitel permukaan, defensins (antibiotik peptida yang dibentuk pejamu, di mukosa epitelium), penghalang elektrik, penghalang imunologis sel pembentuk antibodi dan sistem retikuloendotelial (penghalang fagosit). Pada keadaan normal, sistem penghalang ini bekerja bersama untuk menghambat dan mengeliminasi penetrasi bakteri. Apabila keseimbangan ini terganggu oleh adanya kerusakan sistem fisik (misal karena trauma), sistem elektrik (misal karena hipoksia) atau penghalang imunologis (seperti karena neutropenia, AIDS atau terapi imunosupresan), organisme dapat menyebar dan menyebabkan infeksi akut dan kronik.

Read the rest of this entry »

Posted in Dentistry | Leave a Comment »

Patogenesis Neuropati pada Diabetes Mellitus

Posted by prima almazini on 1 July 2009

Pasien diabetes sering mengalami kerusakan saraf di seluruh tubuhnya. Gangguan saraf dapat terjadi pada berbagai sistem organ, seperti saluran cerna, jantung dan organ reproduksi. Bagaimanakah para ilmuwan menerangkan proses terjadinya neuropati pada pasien diabetes mellitus?

diabetic-neuropathySelama lebih dari 20 tahun, ada tiga teori utama untuk menjelaskan neuropati diabetik, yaitu teori polyol pathway, teori mikrovaskuler, dan teori produk akhir glikosilasi. Namun ternyata tidak hanya teori itu saja. Terlalu sederhana untuk menjelaskan berbagai gambaran klinis dan penemuan patologis dari neuropati diabetik dengan hanya satu, dua, atau tiga teori.

Teori Polyol Pathway
Ambilan glukosa di saraf perifer tidak hanya bergantung pada insulin. Oleh karena itu, kadar gula darah yang tinggi pada pasien diabetes menyebabkan konsentrasi glukosa yang tinggi di saraf. Hal itu kemudian menyebabkan konversi glukosa menjadi sorbitol melalui jalur polyol melalui reaksi beruntun dikatalisasi oleh aldose reductase. Kadar fruktose saraf juga meningkat. Fruktose dan sorbitol saraf yang berlebihan menurunkan ekspresi dari kotransporter sodium/myoinositol sehingga menurunkan kadar myoinositol. Hal ini menyebabkan penurunan kadar phosphoinositide, bersama-sama dengan aktivasi pompa Na dan penurunan aktivitas Na/K ATPase. Aktivasi aldose reductase mendeplesi kofaktornya, NADPH, yang menghasilkan penurunan kadar nitric oxide dan glutathione, yang berperan dalam melawan perusakan oksidatif. Kurangnya nitric oxide juga menghambat relaksasi vaskuler yang dapat menyebabkan iskemia kronik.

Read the rest of this entry »

Posted in Neurologi | 4 Comments »

Pengaruh Sabun terhadap Kesehatan Kulit

Posted by prima almazini on 13 June 2009

Sabun adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Kesehatan kulit sangat bergantung pada pilihan produk sabun yang kita pilih. Semakin basa suatu sabun semakin buruk efeknya pada kulit. Jadi, perhatikan dahulu profil produknya sebelum menjatuhkan pilihan sabun untuk kulit Anda.

soap

Kulit adalah pertahanan pertama melawan seluruh elemen dari luar tubuh, seperti mikroorganisme, angin dan polutan. Di permukaan kulit terdapat struktur mantel asam. Mantel asam adalah lapisan film yang bersifat asam di permukaan kulit yang berfungsi melindungi kulit. Lapisan ini memegang peranan penting sebagai bagian integral dari fungsi perlindungan stratum korneum.

Membersihkan kulit dengan sabun atau detergen dapat menyebabkan hilangnya mantel asam. Pencucian berulang-ulang mengubah stratum korneum dan fungsi perlindungan, termasuk pH kulit. Jika mantel asam menjadi rusak, atau hilang keasamannya, kulit menjadi lebih rentan rusak dan infeksi.

Read the rest of this entry »

Posted in Skin Health | 1 Comment »

Diagnosis dan Penatalaksanaan Gastroparesis pada Diabetes Mellitus

Posted by prima almazini on 1 June 2009

gastricdistress

Gastroparesis diabetik adalah kondisi klinik yang mengenai pasien-pasien diabetes mellitus. Kondisi ini ditandai oleh perlambatan pengosongan lambung dan dihubungkan dengan gejala gastrointestinal bagian atas tanpa adanya obstruksi mekanik. Perlambatan pengosongan lambung pada pasien-pasien diabetes diakibatkan oleh hiperglikemia yang tidak terkontrol, gizi buruk, dan dehidrasi, yang akan menyebabkan kualitas hidup yang buruk, perawatan lama di rumah sakit, dan menurunnya tingkat produktivitas. Namun, mendiagnosis gastroparesis diabetik tidak semudah yang dibayangkan, gejalanya tidak spesifik dan banyaknya diagnosis banding. Begitu pula, penatalaksanaannya juga tak mudah, diagnosis umumnya terlambat, pelayan kesehatan tidak mengenali gastroparesis diabetik sebelum timbul komplikasi serta masih adanya bias terapi. Penelitian terkontrol acak mengenai terapi gastroparesis diabetik pun masih sangat sedikit. Sehingga, keterampilan menegakkan diagnosis serta menatalaksana pasien gastroparesis diabetik penting diketahui dan dikuasai oleh dokter umum.

Read the rest of this entry »

Posted in Gastroenterologi | Leave a Comment »